Pajak Kendaraan Jateng Nunggak Rp2,4 Triliun, Ini Datanya
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.
Ilustrasi Bunuh Diri
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Kasus warga bunuh diri terus terjadi di Gunungkidul. Belakangan ini dilakukan oleh seorang lansia.
R (63), perempuan asal Pedukuhan Suru, Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul ini, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di salah satu kamar rumahnya, Sabtu (22/5/2021) malam.
Aksi R mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri ini menambah daftar panjang kasus bunuh diri di Bumi Handayani, Gunungkidul. Dalam catatan kepolisian setidaknya sudah belasan warga Gunungkidul yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Kapolsek Ngawen AKP Parliska mengatakan, aksi bunuh diri yang dilakukan R terjadi ketika sang suami pamitan kepada korban untuk menghadiri arisan rutin yang digelar warga setempat, Sabtu sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu korban seorang diri di rumah.
BACA JUGA: Hingga 23 Mei 2021, Sudah 63 Stasiun KAI Layani GeNose C19
"Pasangan ini memang hanya tinggal berdua. Anak-anaknya pergi bekerja di tempat lain," ujar Parliska, Minggu (23/5/2021).
Sekitar pukul 21.00 WIB, pertemuan arisan kampung tersebut selesai digelar hingga akhirnya suami korban pulang, tetapi mendapati rumahnya dalam keadaan sepi dan gelap gulita. Padahal ketika suami korban pergi, lampu rumah dalam keadaan menyala.
Suami korban penasaran kemudian mencari wanita yang telah menjadi belahan jiwanya puluhan tahun tersebut. Ia berusaha memanggil-manggil korban usai menyalakan lampu, namun tak ada jawaban. Suami korban langsung masuk ke dalam kamar, tetapi tidak mendapati wanita yang ia cintai itu.
"Suami korban lantas mendapati korban meninggal dengan cara gantung diri. Korban tergantung di emperan belakang rumahnya," tambahnya.
Karena kaget, secara spontan suami korban langsung menurunkan R dengan melepas jeratan tali yang melilit tubuh korban. Suaminya langsung meletakkan tubuh korban di ranjang dekat titik gantung diri. Setelah itu, suami korban lantas mendatangi tetangganya untuk meminta tolong.
Tetangga yang didatangi suami korban langsung histeris dengan berteriak meminta tolong kepada warga lain. Seketika itu juga warga berdatangan ke rumah korban dan ada yang melaporkan peristiwa tersebut ke polisi. Sejurus kemudian polisi bersama petugas puskesmas mendatangi TKP.
"Kami langsung melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban," ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan petugas puskesmas ternyata tidak ditemukan bekas penganiayaan kecuali bekas lilitan tali di leher. Dubur korban mengeluarkan kotoran dan inilah yang membuat polisi serta petugas kepolisian membenarkan jika korban meninggal karena bunuh diri.
Jasad korban langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Polisi belum mengetahui secara pasti penyebab korban nekat gantung diri. Namun dari informasi para tetangga, korban cukup lama menderita penyakit sesak napas.
Catatan Redaksi:
Berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan hal serupa. Bila Anda atau teman Anda menunjukkan adanya gejala depresi yang mengarah ke bunuh diri, silakan menghubungi psikolog atau layanan kejiwaan terdekat. Anda juga bisa menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes di 1500-567.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Wapres Gibran meminta pendataan warga terdampak banjir bandang Solok dipercepat untuk penanganan dan penataan permukiman.
Pertumbuhan anak perempuan yang lambat perlu dipantau. Kenali faktor penyebab perawakan pendek dan risiko gangguan kromosom.