Sabet 8 Medali Kejurnas, 5 Atlet Anggar Sleman Siap ke Pentas Asia
Berbekal delapan medali di dua kejurnas anggar yang diadakan PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) 2025, lima atlet Sleman siap menuju ke pentas Asia.
Lokakarya Inovasi: Identifikasi Permasalahan Penanggulangan Bencana di DIY yang diselenggarakanYakkum Emergency Unit secara daring pada 26 Mei 2021. - Harian Jogja/ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat ada sekitar 900.000 masyarakat Indonesia berasal dari kalangan difabel yang membutuhkan keterlibatan semua orang dalam penanggulangan bencana inklusi.
Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, dalam Lokakarya Inovasi: Identifikasi Permasalahan Penanggulangan Bencana di DIY yang diselenggarakanYakkum Emergency Unit secara daring pada 26 Mei 2021.
“Bencana bersifat multidimensional sehingga memerlukan keterlibatan semua sektor atau kolabotasi pentahelix yang melibatkan semua pihak, pemerintah, media, pakar, lembaga swadaya masyarakat serta organisasi masyarakat yang merupakan elemen penting,” ungkapnya dalam rilis Yakkum Emergency Unit kepada Harian Jogja, Senin (31/5/2021).
Sekretaris Umum Asian Disaster Reduction and Response Network (ADRRN), Takeshi Komino, memaparkan inovasi kemanusiaan merupakan proses berulang guna mengidentifikasi, menyesuaikan dan menyebarkan ide-ide untuk meningkatkan aksi kemanusiaan.
Inovasi tidak sama dengan solusi indah untuk membantu seluruh orang di dunia, ada perbedaan antara inovasi dan penemuan. “Inovasi tidak sama dengan penemuan. Pengetahuan tradisional bisa dipakai untuk menciptakan inovasi berbasis kearifan lokal yang efektif dan tepat sasaran membantu masyarakat di daerah,” paparnya.
Direktur YEU, Sari Mutia Timur, mengatakan Lokakarya Inovasi merupakan rangkaian kegiatan dari ide inovasi aksi inklusi (Ideaksi) Yakkum Emergency Unit untuk mencari ide inovasi-inovasi dari kelompok masyarakat yang inovatif dan inklusif dalam penanggulangan kebencanaan untuk kelompok paling rentan dan difabel.
Lokakarya ini membimbing 15 kelompok inovator lokal DIY yang lolos tahap penyeleksian Kompetisi Ideaksi. Kelompok-kelompok tersebut akan mengikuti empat rangkaian lokakarya selama Mei dan Juni 2021.
Mereka dibimbing untuk menyelesaikan masalah kebencanaan di wilayah secara kreatif, mempertajam solusi melalui proses berulang yang melibatkan kelompok rentan dalam tahap penilaian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbekal delapan medali di dua kejurnas anggar yang diadakan PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) 2025, lima atlet Sleman siap menuju ke pentas Asia.
Banjir di Sintang Kalimantan Barat putuskan 13 jembatan gantung. Ribuan warga terdampak, distribusi bantuan terkendala.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Garebeg Besar Jogja digelar sederhana. Sultan HB X sebut penghematan jadi alasan, tanpa kurangi nilai sakral.
UMKM berpeluang dapat diskon 50% biaya e-commerce. Simak syarat lengkap dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman.