Disbud DIY Upayakan Pelestarian Dongeng Lewat Pelatihan

Pelatihan dongeng oleh Dinas Kebudayaan DIY. - Ist.
01 Juni 2021 09:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kebudayaan DIY menggelar pelatihan dongeng dengan menyasar dari berbagai kalangan. Kegiatan ini untuk memberikan bekal kepada masyarakat tentang tata cara mendongeng agar dapat mendokumentasikan bahasa tutur dengan baik.

Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Sejarah, Bahasa, Sastra dan Permuseuman Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta Rully Andriadi menjelaskan pelatihan ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan. Adapun pelaksanaan di Museum Sonobudoyo pada Jumat (28/5/2021) lalu. Harapannya para peserta mendapatkan referensi dan narasi baru dalam mendongeng dengan berpegang pada kebebasan berekspresi dalam sastra lisan.

BACA JUGA : Kembangkan Cerita Lokal, Disbud DIY Gelar Cipta Dongeng

“Jadi fokusnya di dongeng, bukan di narasi sejarahnya. Secara umum sastra lisan ini belum banyak menjadi perhatian. Maka budaya tutur ini perlu didokumentasikan,” katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Selasa (1/5/2021).

Salah satu pemateri pelatihan dongeng Ahmad Fikri menambahkan dongeng merupakan tradisi lisan atau ungkapan lisan yang berkembang di tengah masyarakat. Oleh karena itu untuk mengungkapnya perlu dilakukan observasi tentang narasi yang banyak dituturkan secara lisan tersebut. Selanjutnya dituliskan untuk dituturkan kembali secara lisan. Sehingga dalam alur ceritanya ada tokoh dan setting ceritanya yang bisa membawa pendengar merasa di alam cerita tersebut.

“Soal teknik menulis dengan ada banyak macam, Seperti secara etnografis atau monografi. Tetapi kali ini pelatihan kami tekankan pada penulisan cerita,” katanya.

BACA JUGA : Ini Manfaat Membacakan Dongeng untuk Anak

Rully menambahkan untuk melestarikan dongeng, pada 2021 ini Disbud DIY menggelar Lomba Cipta Dongen 2021 yang diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk mengembangkan sastra lisan. Selain itu membumikan kembali menulis cerita dongeng sehingga membentuk ingatan kolektif bagi generasi ke depan.

“Dengan Lomba Cipta Dongeng maka bisa menjadi bahan bacaan yang bersifat local knowledge di tengah gempuran cerita-cerita yang tidak mengakar pada budaya sendiri,” ujarnya.