Harga Kedelai Naik, Perajin Terpaksa Mengecilkan Ukuran Tahu

Proses pembuatan Tahu di Sumbermulyo, Kepek, Wonosari, Rabu (2/6). Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo.
03 Juni 2021 07:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI—Perajin Tahu di Sumbermulyo, Kepek, Wonosari, Gunungkidul menyiasati tingginya harga kedelai impor, dengan memperkecil ukuran Tahu yang dibuat. Strategi itu diambil, agar perajin Tahu tetap bisa berproduksi.

“Tinggi sekali harga kedelai saat ini, untuk kenaikan sebenarnya sudah mulai pas pelantikan Presiden Amerika Serikat itu [Januari]. Terus semakin kesini semakin naik. Sangat berat untuk perajin Tahu seperti kami,” ucap Pengurus Paguyuban Pengrajin Tahu Sari Mulyo, Sakiyo, Rabu (2/6/2021).

BACA JUGA : Harga Kedelai Tembus Rp11.000, 40% Perajin Tahu Tempe di Jateng Kolaps

Sakiyo mengatakan Kedelai yang biasa normal diharga Rp6.500.-Rp7.000/kg saat ini sudah menyentuh diharga Rp10.700/kg.

“Hari ini sedikit turun kisaran Rp10.300/kg, saya ambil di Semarang tetapi juga turunnya tidak berarti banyak itu. Untuk pasokan sebenarnya juga sudah mencukupi,” ujar Sakiyo.

Di tempat pembuatan Tahu milik Sakiyo, untuk bisa bertahan menyiasati naiknya harga kedelai itu, Dia mencoba mengecilkan ukuran Tahu.

“Kami masih tetap berproduksi setiap hari dari Pagi sampai Siang. Hanya saja untuk bertahan, kami memperkecil ukuran Tahunya,” ucapnya.

Produksi Tahu di tempat Sakiyo pun mengalami penurunan beberapa bulan terakhir ini akibat kenaikan harga Kedelai itu. Sehari dulu biasa produksi 2-2,5 kwintal Kedelai, sekarang Cuma 1 kwintal saja satu hari. Kondisi itu menurutnya juga terjadi di hampir semua pengrajin Tahu di wilayahnya.

BACA JUGA : Harga Kedelai di Bantul Tak Kunjung Turun

Akibat dari kenaikan harga Kedelai, dan penurunan jumlah produksi itu, omzet Sakiyo pun ikut turun. Dia tidak mengungkapkan secara detail berapa jumlahnya, namun dikatakannya omzet menurun sekitar 50%.

Dia hanya berharap harga Kedelai dapat stabil dan ada langkah-langkah yang diambil Pemerintah. “Harapannya stabil saja harga di Rp8.000-Rp8.500/kg tidak masalah. Ada langkah-langkah perhatian dari Pemerintah untuk menyikapi itu,” ujarnya.

Kepala Seksi Distribusi, Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Sigit Haryanto membenarkan harga kedelai impor saat ini memang mengalami kenaikan. “Memang mengalami kenaikan saat ini diharga Rp10.700/kg,” ujar Sigit.

Sigit mengungkapkan jika mengacu Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 47/M-Dag/Per/7/2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen untuk harga kedelai impor, harga acuan pembelian di petani Rp6.550 dan harga acuan penjualan di konsumen Rp6.800/kg.

BACA JUGA : Harga Kedelai di Pasar Tak Kunjung Turun, Masih Rp11.000

“Menyikapi tingginya harga harga Kedelai itu Disperindag Gunungkidul kami melakukan pemantauan harga, terus kami laporkan ke tim TPID Pemerintah DIY, nanti yang menentukan kebijakan lebih lanjut di sana,” ujar Sigit.