317 Jemaah Calon Haji Asal Kota Jogja Tahun Ini Batal ke Tanah Suci

Ibadah haji. - Ist/Freepik
05 Juni 2021 11:17 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kantor Kementerian Agama Kota Jogja mencatat 317 calon jemaah haji batal berangkat pada 2021, seluruhnya adalah calon jemaah yang seharusnya diberangkatkan pada 2020.

“Pada 2020 seharusnya ada 320 orang calon jemaah yang diberangkatkan namun kemudian tidak ada pemberangkatan ibadah haji. Sebanyak tiga orang di antaranya kemudian mengundurkan diri dan menarik dana sehingga tersisa 317 yang seharusnya bisa berangkat tahun ini,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta Nur Abadi di Yogyakarta, Jumat (4/6/2021).

Atas kebijakan pembatalan pemberangkatan ibadah haji 2021, Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta melalui Seksi Pembinaan Haji dan Umrah menindaklanjutinya dengan menyampaikan informasi tersebut kepada seluruh calon jamaah haji.

Pembatalan keberangkatan ibadah haji pada tahun ini, lanjut Nur, berkaitan dengan upaya menjaga kesehatan calon jamaah karena pandemi COVID-19 masih terjadi.

BACA JUGA: Batal Berangkat ke Tanah Suci, 5 Calhaj Asal Kulonprogo Cabut Biaya Pelunasan Haji

“Beberapa negara yang biasanya mengirimkan calon jemaah haji dalam jumlah yang banyak pun masih terus berupaya mengendalikan penularan COVID-19. Sehingga akan lebih baik jika keberangkatan haji kembali ditunda,” katanya.

Jika tetap memberangkatkan calon jemaah haji pada tahun ini, lanjut Nur, maka akan ada beberapa pembatasan-pembatasan dalam ibadah yang menyebabkan jumlah jemaah yang boleh mengikuti rangakaian ibadah pun berkurang cukup banyak.

“Misalnya, masuk ke Masjidil Haram pun hanya dibatasi tiga kali, selebihnya jemaah akan berada di hotel,” katanya.

Selain itu, ibadah di Madinah pun juga akan dibatasi selama tiga hari saja serta calon jemaah haji juga harus mematuhi ketentuan karantina selama lima hari saat masuk ke Arab Saudi dan karantina kembali saat kembali ke Indonesia.

Akibat pembatalan keberangkatan haji tahun ini, calon jemaah haji pun dapat menarik kembali dana pelunasan ibadah hajinya. Meskipun demikian Nur mengatakan akan lebih baik jika dana tersebut disimpan.

“Jika ditarik, maka calon jemaah harus mendaftar lagi dari awal jika ingin berangkat haji. Padahal daftar tunggu di Yogyakarta cukup panjang, 28 tahun,” katanya.

Jika masyarakat mendaftar haji pada tahun ini, maka kemungkinan baru bisa diberangkatkan ke Tanah Suci pada 2049. Setiap hari, Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta melayani tiga hingga lima orang yang mendaftar haji.

“Minat masyarakat masih tinggi. Setiap hari ada saja yang mendaftar. Biasanya masih berusia muda tetapi ada juga yang sudah berumur. Prinsip mereka adalah mendaftar dulu dan jika memang masih diberi umur pasti bisa diberangkatkan meski harus menunggu lama,” katanya.

Sumber : Antara