Pemkab Sleman: Digelar Serentak, Sekolah Tatap Muka Hanya 2 Jam

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
10 Juni 2021 06:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Ery Widaryana mengatakan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) tetap akan digelar serentak pada tahun ajaran baru, tahun ini. Meski begitu, katanya, pelaksanaan PTM tetap melihat situasi dan kondisi zona Covid.

"PTM tetap dilaksanakan baik untuk semua SD maupun SMP. Siswa masuk dua hari dalam seminggu. Pembukaan PTM disesuaikan dengan zonasi Covid. Cuma ada aturan baru dari pusat," katanya, Rabu (9/6/2021).

Jika sebelumnya pelaksanaan PTM maksimal 2 jam untuk SD dan 3 jam untuk SMP, kata Ery, aturan tersebut diubah. Perubahan aturan menyesuaikan dengan aturan baru dari pusat yang hanya membolehkan PTM digelar maksimal 2 jam dengan ketentuan 50% dari kapasitas ruang kelas. "Jadi hanya dilaksanakan 2 jam saja baik SD maupun SMP," kata Ery.

BACA JUGA: Masih Ada Ribuan Guru SMA/SMKdi DIY yang Belum Divaksin

Surat izin dari orang tua, kata Ery wajib diminta oleh sekolah. Walaupun sebelumnya sudah diminta persetujuan pada tahun lalu, katanya, sekolah wajib meminta kembali surat persetujuan dari orang tua untuk melaksanakan PTM. "Dulu memang sudah (surat persetujuan) tapi tahun lalu. Maka tahun ini tetap diminta (surat persetujuan orang tua)," katanya.

PTM juga digelar jika semua guru sudah divaksin. Jika ada guru yang belum divaksin, maka PTM juga belum bisa digelar di kelas (sekolah) tersebut. Dia menjelaskan hanya ada beberapa guru yang belum divaksin. Mereka dinyatakan tidak lolos screening. "Kalau guru yang belum divaksin, maka tidak boleh mengajar dulu. Guru yang belum divaksin cuma tinggal sedikit kok karena tidak lolos sreening," katanya.

Ery menegaskan pelaksanaan PTM tetap melihat situasi dan kondisi penyebaran Covid-19. Jika sekolah masuk zona merah, maka PTM dihentikan untuk sementara sampai kondisi memungkinkan PTM digelar kembali.

Sekda Sleman Harda Kiswaya menegaskan PTM untuk tingkat SD maupun SMP pada dasarnya siap dilaksanakan. Hanya saja, Pemkab masih menunggu persetujuan dan persyaratan tambahan yang akan diberikan oleh Pemda DIY.

Menurut Harda, Pemkab masih menunggu instruksi Gubernur DIY yang salah satunya meminta pelaksanaan PTM digelar setelah seluruh guru mendapatkan vaksinasi Covid-19. "Jadi sebelum PTM digelar akan ada instruksi dari Gubernur DIY. Kami masih menunggu. Kalau tidak ada perubahan, tahun ajaran baru tetap akan digelar," katanya.

Pelaksanaan PTM, kata Harda juga akan memerhatikan zonasi Covid-19 di masing-masing wilayah. Tidak hanya itu, sebelum diterapkan Pemkab akan mengkomunikasikan pelaksanaan PTM tersebut dengan DPRD Sleman. "Ya nanti kami komunikasikan, insyaallah DPRD setuju," katanya.