756 Peserta Ikuti SKD Politeknik Siber Sandi Negara SSN di Jogja

Sejumlah peserta SKD Politeknik Siber dan Sandi Negara memasuki area ujian di Kantor BKN Yogyakarta, Jumat (11/6/2021). - Istimewa
11 Juni 2021 18:27 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sebagai salah satu tahapan seleksi penerimaan mahasiswa baru, Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) menggelar Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di 14 lokus pendaftaran pada 2-18 Juni 2021. Di Jogja, SKD berlangsung di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Yogyakarta, Kamis dan Jumat (10-11/6/2021).

Humas Politeknik SSN, Ryan Aditya Putra menjelaskan 14 lokus pendaftaran meliputi Jogja, Surabaya, Bandung, Makasar, Jakarta, Medan, Palembang, Banjarmasin, Jayapura, Denpasar, Manado, Pekanbaru, Padang dan Sorong, dengan total peserta SKD sebanyak 4.637 orang.

Peserta yang mengikuti SKD di Jogja sebanyak 756 orang. Dari total peserta di seluruh lokus pendaftaran akan diseleksi menjadi 800 orang, kemudian mengikuti tahap seleksi selanjutnya hingga menyisakan 100 orang,” ujarnya, Jumat.

SKD hari pertama dilaksanakan dalam tiga sesi, dan hari kedua hanya dua sesi karena ada ibadah Salat Jumat. Dalam setiap sesi peserta diberi waktu mengerjakan soal selama 100 menit. Sebelum ujian, para peserta wajib melakukan registrasi, body checking dan masuk ruang steril.

Karena dalam situasi pandemi Covid-19, SKD digelar dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Peserta wajib memakai masker, menjaga jarak, dan membawa surat hasil rapid test negatif. Di setiap pergantian sesi juga dilakukan sterilisasi ruangan dengan disinfektan.

Dalam SKD terdapat tiga macam tes, meliputi tes karakter pribadi (TKP) yang bertujuan menilai sikap pelayanan publik, jejaring kerja, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi, serta profesionalisme.

Tes kedua yakni Tes Intelegensia Umum (TIU) yang bertujuan menilai kemampuan verbal meliputi analogi, silogisme serta analisis kemampuan numerik seperti kemampuan berhitung deret angka, perbandingan kuantitatif serta soal cerita dan kemampuan figural yang meliputi analogi, ketidaksamaan dan serial.

Untuk tes ketiga yakni tes wawasan kebangsaan (TWK). Tes ini bertujuan untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara dan kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benar.

Politeknik SSN berlokasi di Ciseeng, Bogor, Jawa Barat, dengan tiga program studi yakni Rekayasa Keamanan Siber, Rekayasa Kriptografi dan Rekayasa Perangkat Keras Kriptografi. Lulusan Politeknik Siber dan Sandi Negara memiliki kompetensi menganalisis, merancang, dan mengimplementasikan sistem kriptografi, mengelola, mengevaluasi, mengembangkan keamanan siber dan persandian negara seutuhnya sehingga dapat mendukung pemerintah dalam aspek pertahanan dan keamanan negara.