Beberapa ODGJ di Bantul Divaksin saat Kontrol

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. - Harian Jogja/Desi Suryanto
12 Juni 2021 16:07 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Rencana vaksinasi ODGJ dan Difabel mulai merebak beberapa waktu belakangan. Di Bantul sejumlah ODGJ telah menerima vaksin saat menjalani kontrol dan pemeriksaan.

Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), Dinsos P3A Kabupaten Bantul, Tunik Wusri Arliani telah mengajukan data ODGJ dan difabel untuk masuk dalam sasaran vaksinasi ke sejumlah pihak. "Kita sudah mengajukan usulan baik itu ke kementerian, ke provinsi atau pun pemerintah setempat. Tapi saat ini belum ada tindak lanjutnya. Kita masih menunggu," tuturnya Jumat (11/6/2021).

"Kemarin dengar-dengar kita mau diajak rapat untuk membahas masalah ini. Ada rencana untuk vaksinasi, kapannya belum tahu. Karena kita masih menunggu koordinasi dengan dinkes atau dengan OPD terkait tentang masalah vaksinasi," ungkapnya.

Koordinasi dinilai perlu mengingat beberapa skema yang harus disesuaikan dengan ODGJ maupun difabel. "Entah Kendala mobilitas atau apa, kita masih menunggu. Mungkin pembahasan bagaimana metode vaksin yang tepat, cepat atau mudah bagi mereka," tambahnya.

Baca juga: Covid-19 Menyebar di Acara Yasinan, Awal Mula Klaster di Kalasan yang Menelan Korban

Tunik mencatat setidaknya ada 6.000 difabal dan ODGJ yang terdata di Bantul. "Kalau di kami 6.000 sekian yang terdata, tapi itu saya kira masih ada banyak lagi," jelasnya.

Disebutkan Tunik, beberapa ODGJ di Bantul telah tervaksinasi saat akan menjalani pemeriksaan. "Tapi selama ini kita sudah melaksanakan vaksinasi ke ODGJ. Artinya ketika melakukan evakuasi atau mengirimkan ODGJ untuk kontrol atau untuk menjalani pemeriksaan di RS itu sudah kita vaksin," tambahnya.

"Sudah ada beberapa ODGJ yang divaksin, enggak semua. Artinya ketika dia butuh penanganan segera biasanya kita vaksin dulu. Enggak banyak sekitar 10 orang," pungkasnya.