Bertahan selama Pandemi, Guru dan Wali Siswa SPS An Nurumi Kalasan Bikin Pot Lukis

Hasil kreasi pot lukis guru dan wali siswa SPS An Nurumi Kalasan. Ist
12 Juni 2021 16:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Demi proses pembelajaran tetap berjalan, guru dan wali murid Satuan PAUD Sejenis (SPS) An Nurumi, Bendan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman berjualan pot lukis.

Guru SPS An Nurumi, Fefin Dwi Setyawati mengatakan, baik guru maupun orang tua siswa di masa pandemi terdampak secara ekonomi. Terlebih SPS An Nurumi merupakan PAUD Non Formal yang selama ini tidak menarik Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

"Untuk operasional sekolah hanya mengandalkan infaq dari Ta’mir Masjid An Nurumi dan orang tua siswa. Nah, agar pembelajaran tetap berjalan di tengah pandemi dan untuk memenuhi hak anak mendapat pendidikan, kami dan Komite serta KPO (Kelompok Pertemuan Orang Tua/Wali Murid) membentuk komunitas wirausaha kreatif," katanya, Jumat (11/6/2021).

Produknya dipilih, katanya yang sederhana, menarik dan mudah dibuat. Termasuk, mudah dipasarkan dan bernilai ekonomi. Pada akhirnya mereka memilih produk pot lukis. Fefin menjelaskan, ide tersebut muncul karena di tengah pandemi tanaman hias indoor sedang banyak diminati penghobi tanaman hias, seperti monstera atau familiar disebut ‘janda bolong’.

"Agar lebih menarik maka tanaman ditempatkan dalam pot lukis," katanya.

Baca juga: Buntut Kerumunan, McD di Kota Jogja Tutup Sementara Promo BTS Mel

Ide ini pun mendapatkan apresiasi dari tim penilai Lomba Apresiasi Gugus PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman di SPS An Nurumi. "Pot Lukis yang dibuat Guru dan KPO SPS An Nurumi kelihatannya sederhana, tapi memiliki banyak nilai positif di dalamnya. Lembaga-lembaga PAUD harus mengoptimalkan bantuan yang ada dan berinovasi seperti yang dilakukan SPS An Nurumi," kata Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI-PGRI) Sleman, Sri Murbani.

Ia menilai banyak pesan moral, terutama edukasi dan penananaman karakter kepada anak. Lukisan tanaman khas Sleman di dalam pot, katanya, bisa menumbuhkan rasa bangga dan mencintai kekayaan alam. Terlebih di sela lukisan ditulis kalimat motivasi di masa pandemi juga kompanye Prokes. Hasil penjualannya bisa untuk lebih mengoptimalkan pendidikan.

"Sungguh unik dan kreatif, jarang yang bisa berfikir ke sana. Saya bangga dengan kreatifitas pendidik dan KPO SPS An Nurumi. Terus terang saya baru tahu kalau ada SPS yang memiliki inovasi luar biasa seperti ini,” tuturnya.