ASN dan Pamong Desa di Sleman Kembali Terpapar Covid-19

Ilustrasi. - Freepik
18 Juni 2021 21:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Sejumlah ASN di lingkungan Pemkab dan pamong kalurahan di Sleman dilaporkan kembali terpapar Covid-19. Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, Dinas Kesehatan (Dinkes) terus melakukan tracing terhadap para ASN.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan puluhan ASN di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) saat ini menjalani uji swab. Hal ini menyusul ditemukan kasus positif Covid-19 yang melanda ASN.

"Uji swab ini sebagai antisipasi yang dilakukan Pemkab. Sebab ASN juga anggota masyarakat, aktivitasnya tidak hanya di kantor tapi juga ikut kegiatan masyarakat," katanya, Jumat (18/6/2021).

Joko menjelaskan, dari klaster Dinas Pemuda dan Olahraga di mana kepala dinasnya Agung Armawanta positif Covid-19 Dinkes melakukan uji swab kepada ASN yang kontak erat. Dari 34 ASN yang diswab, sebanyak 9 ASN dinyatakan positif Covid-19. BKAD yang diswab sebanyak 18 ASN dan yang positif 2 orang.

BACA JUGA: DPRD DIY Dukung Gagasan Sultan untuk Lockdown

"Hari ini (kemarin) yang diswab Disperindag, Dishub 30 ASN, Dinas Pertanian 15 ASN, dan Dinas Pariwisata 40 ASN tapi hasilnya belum keluar. Langsung swab PCR," kata Joko.

Juru Bicara Penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmaladewi mengatakan, swab massal pada Jumat (18/6/2021) bagi ASN di Sleman diikuti sekitar 80 orang. Saat ini terdapat tiga unit OPD yang menjalani pembatasan kegiatan. "Ya dibatasi hanya saja untuk pelayanan masih tetap jalan, semua dilakukan secara daring," katanya.

Tidak hanya di lingkungan Pemkab Sleman, sejumlah pamong juga dikabarkan kembali terpapar Covid-19. Di Kalurahan Bimomartani, Ngemplak, sejumlah pamong terpaksa melakukan isolasi mandiri selama tiga hari setelah kedapatan seorang pamong terkonfirmasi positif.

"Iya, saya juga sedang melakukan isolasi mandiri. Semua perangkat kalurahan sudah diswab. Yang negatif tetap bisa melayani warga di kantor," kata Lurah Bimomartani Tutik Wahyuningsih.

Ia mengaku sedih lantaran dalam kondisi pandemi, saat harus berjuang bersama-sama warga justru terpapar virus Corona. Padahal, kata Tutik, protokol kesehatan ia lakukan secara ketat. "Ya sebenarnya saya selalu menghimbauan kepada setiap warga untuk selalu menerapkan prokes. Ya warga banyak yang masih sulit (menerapkan prokes)," katanya.