Rekor Terus Pecah, Kini 694 Warga DIY Positif Covid-19 dalam Sehari

Ilustrasi - Antara/Galih Pradipta
23 Juni 2021 18:17 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Kasus Covid-19 DIY terus meningkat dan mencatat rekoelr dari hari ke hari. Bahkan pada Rabu, 23 Juni 2021 ini, sebanyak 694 warga DIY yang terkonfirmasi positif Covid-19. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak pandemi melanda DIY sejak Maret 2020 lalu.

“Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19  di DIY sebanyak 694 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi  54.672 kasus,” kata Kepala Bagian Humas, Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Protokol (UHP) Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji, Rabu (23/6/2021).

BACA JUGA: Tak Bawa Surat Tes Antigen, Wisatawan Luar DIY Akan Diminta Pergi

Penambahan kasus Covid-19 ini berdasarkan pemeriksaan sampel harian sebanyak 2.675 sampel. Sementara total sampel yang diperiksa sebanyak 329.232 sampel. Sementara jumlah orang yang diperiksa totalnya mencapai 303.410 orang, termasuk 2.643 orang di antaranya diperiska selama 24 jam.

Penambahan kasus ini masih didominasi Bantul dan Sleman yang masuk dalam zona merah. Bantul 282 kasus dan Sleman 202 kasus. Kemudian disusul Jogja 96 kasus, Kulonprogo 75 kasus, dan Gunungkidul 39 kasus.

Jumlah warga yang meninggal dunia karena Covid-19 juga meningkat. Per 23 Juni ini pasien meninggal dunia karena Covid-19 sebanyak 17 orang, “Sehingga total kasus meninggal menjadi  1.411 kasus,” kata Ditya.

Penambahan kasus meninggal dunia terbanyak dari Sleman delapan orang, kemudian disusul Bantul empat orang, Jogja tiga orang,  Kulonprogo dan Gunungkidul masing-masing satu orang.

Sementara penambahan pasien sembuh sebanyak 273 kasus, sehingga total sembuh menjadi 46.386 kasus. Distribusi kasus sembuh dari Jogja 36 kasus, Bantul 89 kasus, Kulonprogo 31 kasus, Gunungkidul 37 kasus, dan Sleman 80 kasus.

Sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X, mengatakan kunci pencegahan penyebaran Covid-19 adalah dengan menegakkan protokol kesehatan, “Masyarakat harus bisa mengapresiasi dirinya sendiri dalam menjaga protokol kesehatan,” kata Paku Alam X.