Begini Cerita Sulitnya Mencari Tabung Oksigen untuk Pasien Covid-19 di Jogja

Asep, 50, menjaga agen oksigen yang berlokasi di Brontokusuman, Mergangsan, Kota Jogja pada Kamis (24/6/2021) sore. Kelangkaan oksigen sejak Senin (21/6/2021) lalu ini membuatnya harus mencari stok oksigen hingga luar kota. - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
26 Juni 2021 17:47 WIB Lajeng Padmaratri Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJAPeningkatan kasus Covid-19 di DIY berimbas pada kelangkaan oksigen. Sejumlah agen penjual oksigen dan rumah sakit di Jogja mengalami kekurangan pasokan. Berikut laporannya dari wartawan Harian Jogja Lajeng Padmaratri.

Dari jauh, tulisan permohonan maaf itu tampak samar-samar terbaca. Begitu didekati rupanya, permohonan maaf itu berasal dari sebuah agen penjualan oksigen.

"Maaf oxygen habis. Jangan salahkan saya, pabriknya yang enggak bener," begitu tulisan tersebut yang terletak di depan agen penyedia agen oksigen di kawasan Klitren, Gondokusuman, Kota Jogja.

Priyo Wibowo, sang petugas di agen tersebut menuturkan kekosongan persediaan oksigen untuk masyarakat umum sudah terjadi sejak Minggu (20/6/2021) sore. Jika biasanya agen tersebut bisa menjual 10 tabung per hari, maka sejak itu tidak lagi.

"Petugas penyedia oksigennya bilang pabrik sedang fokus untuk memasok oksigen ke rumah sakit dulu," kata Priyo pada Rabu (23/6/2021).

Hal ini membuatnya cukup kesulitan menjual oksigen, karena biasanya setiap hari banyak pelanggan yang datang mencari ke agen tersebut. Kali ini, ia pun harus meminta maaf kepada pelanggan yang terpaksa kecele karena agennya belum mampu menyediakan oksigen yang dibutuhkan.

Hal serupa terjadi di agen oksigen yang terletak di Brontokusuman, Mergangsan, Kota Jogja. Penjaga agen tersebut, Asep, 50, menuturkan stok oksigen yang biasanya diambil dari distributor gas di Maguwoharjo, Sleman sudah mengalami kelangkaan sejak Senin (21/6/2021).

Sejak itu pun ia mulai mencari sumber lain yang bisa dijadikan tempat memasok oksigen. Sebab, hingga kini banyak pelanggan yang menggantungkan kebutuhan oksigennya pada agennya.

Akibat kesulitan mencari pabrik gas di DIY, agennya bahkan sampai mencari ke Solo, Jawa Tengah.

Saat ini, stok yang ada tinggal sedikit. Kepada pelanggannya ia hanya mampu mengisi separuh tabung gas kecil saja. Namun, jika pelanggan tidak berkenan, ia pun tak bisa membantu banyak. "Harga biasanya tabung kecil itu Rp30.000. Karena isinya enggak penuh jadi Rp20.000," kata dia.

Asep menuturkan akhir-akhir ini akibat kasus Covid-19 melonjak, kebutuhan oksigen memang meroket. Beberapa bulan terakhir, penjualan meningkat 20%. Sebab, ada pula pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri yang kini membutuhkan pasokan oksigen untuk di rumah.

Hal tersebut juga yang disampaikan salah seorang pembeli yang kecele ketika datang mencari oksigen tetapi stok kosong di agen oksigen Klitren pada Rabu lalu. Perempuan muda yang enggan disebut namanya itu membeli untuk kebutuhan oksigen salah seorang tetangga yang sedang isolasi mandiri di rumah karena Covid-19.

"Ini agen kedua yang saya datangi. Kosong semua. Saya cari baru-baru ini untuk tetangga yang Covid-19," kata perempuan itu.

Jika kondisi di agen-agen penyedia oksigen saat ini masih kesulitan mencari pasokan oksigen, hal berbeda dialami sejumlah rumah sakit di Jogja. Pasokan oksigen mulai bisa didapatkan untuk stok beberapa hari ke depan.

Humas RS PKU Muhammadiyah Jogja, Eka Budy Santoso bersyukur sejak Rabu kemarin stok oksigen sudah mulai aman. Namun, situasi ini juga masih belum seleluasa kondisi sebelumnya ketika manajemen rumah sakit masih begitu mudah memesan oksigen ke distributor. "Kami bahkan sampai cari ke Sidoarjo, ke Denpasar, akhirnya sekarang sudah dapat. Jadi bisa dibilang ketersediaan oksigen sekarang aman, bisa untuk empat sampai lima hari ke depan," ujar Eka, Kamis sore.

Tadinya, akibat ketersediaan oksigen menipis, otoritas rumah sakit terpaksa menunda operasi yang tidak bersifat emergensi. Beruntung, situasi tersebut tidak perlu terlalu lama sehingga kini operasi bagi pasien non-cito bisa kembali dilakukan.

Hal serupa juga dialami oleh RS Kota Jogja. Dirut RS Kota Jogja, Ariyudi Yunita, memastikan bahwa pada Rabu malam, rumah sakitnya sudah mendapatkan stok gas oksigen untuk kebutuhan rumah sakit beberapa hari ke depan.

"Semalam kami sudah distok gasnya, estimasi sampai lima sampai enam hari," ujar Yunita melalui pesan singkat pada Kamis sore.