Delapan Pasien Covid-19 di Kulonprogo Meninggal Saat Isolasi di Rumah

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati-Harian Jogja - Nina Atmasari
01 Juli 2021 14:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Gugus Tugas Penanganan Covid-19 kabupaten Kulonprogo menyatakan kasus meninggal pasien positif Covid-19 yang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah sebanyak delapan orang. Kasus meninggal dialami oleh pasien Covid-19 yang sudah lansia.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo Baning Rahayujati mengatakan delapan kasus kematian yang menimpa pasien positif Covid-19 yang sedang melakukan isolasi mandiri terjadi sejak kurun waktu seminggu terakhir.

"Dalam satu minggu terakhir terjadi kematian yang dialami oleh pasien positif Covid-19 yang sedang mengalami isolasi mandiri sebanyak delapan orang," kata Baning pada Kamis (1/7/2021).

Baca juga: Hasil Studi: Terapi Plasma Konvalesen untuk Pengobatan Tambahan Covid-19

Lebih lanjut, kematian yang terjadi kepada delapan orang pasien positif Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri juga dilatarbelakangi oleh faktor komorbid yang dimiliki oleh pasien positif Covid-19.

"Kematian tersebut disebabkan oleh kondisi komorbid. Mayoritas kasus kematian diderita oleh lansia di bawah 60 tahun. Meninggal dunia di rumah," ujar Baning.

Gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo sudah berupaya untuk mencari tempat rujukan bagi delapan pasien positif Covid-19 yang sedang melakukan isolasi mandiri dan perlu mendapatkan perawatan di RS rujukan Covid-19.

"Kami sudah berupaya mencari tempat rujukan. Namun, tidak didapatkan," kata Baning.

Baca juga: Tok! Jokowi Berlakukan PPKM Darurat Mulai 3-20 Juli di Jawa-Bali

Disinggung mengenai upaya antisipasi peningkatan kasus positif Covid-19 harian di kabupaten Kulonprogo, gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten Kulonprogo berusaha untuk menggandeng sejumlah lembaga swadaya masyarakat.

"Upaya dari gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten Kulonprogo terkait antisipasi peningkatan kasus dengan menggandeng lembaga swadaya masyarakat yang memang memiliki kemampuan pemusalaraan jenazah pasien Covid-19 maupun dari segi transportasi," kata Baning.

"Besok pagi, Jumat (2/7/2021) kami akan melaksanakan koordinasi dengan LSM dan relawan yang memang berada di tengah-tengah masyarakat," sambung Baning.

Sementara itu, kondisi rumah sakit rujukan bagi pasien positif Covid-19 di kabupaten Kulonprogo memang sedang kesulitan. Minimnya ketersediaan oksigen berimbas kepada ditutupnya instalasi gawat darurat milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nyi Ageng Serang. Saat ini, RSUD Nyi Ageng Serang masih menunggu pasokan gas dari distributor.

Direktur RSUD Nyi Ageng Serang Hunik Rimawati mengatakan minimnya stok oksigen sudah terjadi sejak empat hari terakhir. Penggunaan oksigen di RSUD Nyi Ageng Serang didominasi oleh pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

"Kami masih menunggu kiriman oksigen dari distributor. Rencananya kami mendapatkan pasokan oksigen lagi sekitar 20 sampai dengan 25 tabung. Kami berupaya untuk menata ketersediaan oksigen yang masih ada supaya cukup untuk mencukupi kebutuhan 24 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang masih dirawat," kata Hunik.