Profil Letkol Pnb Oliv Rizando, Pilot Debut Rafale HUT RI ke-81
Profil Letkol Pnb Oliv Rizando, penerbang TNI AU yang memimpin aksi udara Rafale dalam peringatan HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026.
Foto ilustrasi: Petugas memakamkan jenazah di pemakaman khusus COVID-19 di Cipageran, Cimahi, Jawa Barat, Rabu (30/6/2021)./ANTARA FOTO-Novrian Arbi
Harianjogja.com, JOGJA—Puluhan jenazah harus antre untuk dimakamkan dengan protokol Covid-19 pasca-habisnya pasokan oksigen di RSUP Sardjito. Sejumlah relawan dari Pos Dukungan Operasi Satgas Penanganan Covid-19 BPBD DIY dikerahkan untuk mengurai antrean tersebut.
Komandan Pos Dukungan Operasi Satgas Penanganan Covid-19 BPBD DIY Wahyu Pristiawan menjelaskan sejak Minggu (4/7/2021) timnya diminta untuk membantu mengurai penumpukan jenazah di RSUP Sardjito. Berdasarkan data yang ia terima, pada Minggu (4/7/2021) pukul 10.00 WIB, ada 30 jenazah yang berada di Ruang Forensik dan menunggu antrean pemakaman. Selain itu, menurutnya masih ada 63 jenazah yang belum tiba di Ruang Forensik atau masih berada di Bangsal.
“Mengurai itu khusus di Sardjito karena ada penumpukan kami diminta untuk membantu mengurai, karena dua hari Sardjito mengalami stagnasi untuk kaitan dengan pemakaman jenazah infeksius. Karena Sardjito mengalami stagnasi kami baru diminta hari ini, dari pukul 10.00 WIB ada 30 jenazah yang sudah berada di Ruang Forensik itu dari kemarin-kemarin [sebelum hari Minggu]. Sedangkan yang masih ada di dalam [bangsal] itu ada 63 [jenazah],” katanya saat dihubungi Harianjogja.com, Minggu (4/7/2021) sore.
Baca juga: OTG Tapi Terpaksa Kerja, Ini Sejumlah Penyebab 91 Nakes di Kulonprogo Positif Covid-19
Pristiawan mengatakan sejak Minggu (4/7/2021) pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB timnya berhasil mengurai dengan memakamkan dengan protokol Covid-19 sebanyak 14 jenazah yang diambil dari Ruang Forensik RSUP Sardjito. Dengan demikian, ada belasan jenazah yang masih berada di bangsal kemudian digeser ke Forensik.
“63 [jenazah] itu sudah berkurang, dari forensik kan sebelumnya 30 lalu berkurang 14 [sudah dikuburkan], yang jelas 63 itu belum di kamar jenazah mungkin masih di bangsal itu kewenangan rumah sakit,” ucapnya.
Baca juga: 33 Pasien RSUP Sardjito Meninggal Dunia Setelah RS Kehabisan Oksigen Central
Proses pemakaman jenazah infeksius, kata dia, tak semudah membalikkan telapak tangan. Ada proses administrasi dengan berbagai cek list yang harus dilalui demi keamanan dari sisi kesehatan maupun sosial. Ia mencontohkan ketika jenazah yang sudah dinyatakan infeksius telah selesai dilakukan pemulasaran, maka tim harus memastikan lokasi pemakaman dan dampak sosial untuk memastikan masyarakat bisa menerima.
“Apakah lingkungan kondusif, kalau beberapa hal yang sudah jadi parameter itu sudah oke, ya kami berangkat, kami mengalir saja dan tidak bisa ditarget proses mengurai ini akan selesai kapan,” katanya.
“Tugas kami mempercepat mengurai, maka kami kirim personie ke sana untuk membantu tim Sardjito yang kewalahan, mereka yang melakukan pemulasaran dan kami yang mendistribusikan [pemakaman],” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Profil Letkol Pnb Oliv Rizando, penerbang TNI AU yang memimpin aksi udara Rafale dalam peringatan HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026.
adwal KRL Jogja-Solo Sabtu 22 Agustus 2026 tersedia sejak pagi hingga tengah malam. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Arsenal resmi mendatangkan Ezri Konsa dari Aston Villa dengan transfer permanen. Bek Inggris itu akan mengenakan nomor punggung 15.
Presale konser Andrea Bocelli Romanza dibuka BNI mulai 21 Agustus 2026. Ada diskon hingga 20% dan cicilan hingga 12 bulan.
Paus Leo memperingatkan AI tidak boleh mengurangi nilai kemanusiaan dan meminta pemimpin politik memastikan teknologi melayani kepentingan bersama.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menilai kini waktu tepat mengakhiri perang dengan AS saat Iran berada dalam posisi kuat dan bermartabat.