Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis 2 Juli 2026, Tarif Rp12.000
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Kamis 2 Juli 2026 lengkap dengan jam keberangkatan, rute, dan tarif Rp12.000.
Foto ilustrasi: Petugas memakamkan jenazah di pemakaman khusus COVID-19 di Cipageran, Cimahi, Jawa Barat, Rabu (30/6/2021)./ANTARA FOTO-Novrian Arbi
Harianjogja.com, JOGJA—Puluhan jenazah harus antre untuk dimakamkan dengan protokol Covid-19 pasca-habisnya pasokan oksigen di RSUP Sardjito. Sejumlah relawan dari Pos Dukungan Operasi Satgas Penanganan Covid-19 BPBD DIY dikerahkan untuk mengurai antrean tersebut.
Komandan Pos Dukungan Operasi Satgas Penanganan Covid-19 BPBD DIY Wahyu Pristiawan menjelaskan sejak Minggu (4/7/2021) timnya diminta untuk membantu mengurai penumpukan jenazah di RSUP Sardjito. Berdasarkan data yang ia terima, pada Minggu (4/7/2021) pukul 10.00 WIB, ada 30 jenazah yang berada di Ruang Forensik dan menunggu antrean pemakaman. Selain itu, menurutnya masih ada 63 jenazah yang belum tiba di Ruang Forensik atau masih berada di Bangsal.
“Mengurai itu khusus di Sardjito karena ada penumpukan kami diminta untuk membantu mengurai, karena dua hari Sardjito mengalami stagnasi untuk kaitan dengan pemakaman jenazah infeksius. Karena Sardjito mengalami stagnasi kami baru diminta hari ini, dari pukul 10.00 WIB ada 30 jenazah yang sudah berada di Ruang Forensik itu dari kemarin-kemarin [sebelum hari Minggu]. Sedangkan yang masih ada di dalam [bangsal] itu ada 63 [jenazah],” katanya saat dihubungi Harianjogja.com, Minggu (4/7/2021) sore.
Baca juga: OTG Tapi Terpaksa Kerja, Ini Sejumlah Penyebab 91 Nakes di Kulonprogo Positif Covid-19
Pristiawan mengatakan sejak Minggu (4/7/2021) pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB timnya berhasil mengurai dengan memakamkan dengan protokol Covid-19 sebanyak 14 jenazah yang diambil dari Ruang Forensik RSUP Sardjito. Dengan demikian, ada belasan jenazah yang masih berada di bangsal kemudian digeser ke Forensik.
“63 [jenazah] itu sudah berkurang, dari forensik kan sebelumnya 30 lalu berkurang 14 [sudah dikuburkan], yang jelas 63 itu belum di kamar jenazah mungkin masih di bangsal itu kewenangan rumah sakit,” ucapnya.
Baca juga: 33 Pasien RSUP Sardjito Meninggal Dunia Setelah RS Kehabisan Oksigen Central
Proses pemakaman jenazah infeksius, kata dia, tak semudah membalikkan telapak tangan. Ada proses administrasi dengan berbagai cek list yang harus dilalui demi keamanan dari sisi kesehatan maupun sosial. Ia mencontohkan ketika jenazah yang sudah dinyatakan infeksius telah selesai dilakukan pemulasaran, maka tim harus memastikan lokasi pemakaman dan dampak sosial untuk memastikan masyarakat bisa menerima.
“Apakah lingkungan kondusif, kalau beberapa hal yang sudah jadi parameter itu sudah oke, ya kami berangkat, kami mengalir saja dan tidak bisa ditarget proses mengurai ini akan selesai kapan,” katanya.
“Tugas kami mempercepat mengurai, maka kami kirim personie ke sana untuk membantu tim Sardjito yang kewalahan, mereka yang melakukan pemulasaran dan kami yang mendistribusikan [pemakaman],” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Kamis 2 Juli 2026 lengkap dengan jam keberangkatan, rute, dan tarif Rp12.000.
Animaccord membantah tuduhan bahwa Masha and the Bear menjadi alat propaganda Rusia. Studio menegaskan serial itu hanya mengusung nilai persahabatan dan imajina
Maroko lebih diunggulkan menghadapi Kanada pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 berkat pengalaman, organisasi permainan, dan performa konsisten.
Pelaku usaha pigura di Sleman tertekan akibat kenaikan harga kaca dan kayu hingga 40 persen. Di saat yang sama, penjualan dilaporkan turun hingga 50 persen.
Petisi online yang menargetkan Sarwendah menjadi viral dan memicu perdebatan di media sosial. Puluhan ribu dukungan diklaim telah terkumpul.
Manuel Neuer dan Riyad Mahrez resmi pensiun dari tim nasional usai Piala Dunia 2026, menandai berakhirnya era dua legenda sepak bola dunia.