Nekat Masuk Jogja Tanpa Surat Keterangan Covid-19, 229 Kendaraan Diminta Putar Balik di Tempel

Suasana pemeriksaan kendaraan di pos penyekatan Prambanan, Jumat (14/5/2021). - Harian Jogja - Yosef Leon
06 Juli 2021 16:27 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Operasi Aman Nusa II Lanjutan masih berlangsung pada hari keempat Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Selasa (6/7/2021). Di Pos penyekatan Tempel, selama empat hari polisi telah meminta putar balik sebanyak 229 kendaraan.

Kapolsek Tempel, Kompol Riyanto, menjelaskan selama empat hari pertama, sudah diperiksa sebanyak 549 kendaraan roda empat dan 149 kendaraan roda dua. “Yang diputarbalikkan 229 kendaraan sampai saat ini,” ujarnya saat ditemui di Pos Penyekatan Tempel, Selasa (6/7/2021).

Kendaraan yang diminta putar balik adalah mereka yang tidak bisa menunjukkan surat keterangan baik itu surat keterangan vaksin maupun swab antigen. “Kami sebagai petugas mempunyai kewajiban untuk memutarbalikkan pengemudi tersebut. Artinya tidak boleh masuk ke wilayah Jogja karena tidak bisa menunjukkan surat keterangan tadi,” katanya.

Sejauh ini kendaraan yang diminta putar balik adalah kendaraan pribadi. meski demikian tetap ada kendaraan umum yang kemudian diperiksa juga para penumpangnya. “Khusunya bus-bus yang dari arah Jawa Tengah masuk ke Jogja kita periksa,” ungkapnya.

Dalam pemeriksaan ini, petugas memberikan imbauan dan edukasi kepada penumpang untuk selalu menggunakan masker. Jika ada yang tidak memakai atau ada yang memakai tapi tidak layak dari petugas akan memberikan masker kepada penumpang tersebut.

BACA JUGA: Banyak Kaum Terdidik di Ibu Kota Langgar PPKM Darurat

Kondisi lalu lintas yang memasuki Jogja khususnya dari kendaraan umum seperti bus sangat berkurang dibanding hari biasa. Hal ini menurutnya terjadi karena tidak ada objek wisata di Jogja yang buka sehingga wisatawan yang datang berombongan pun tidak ada.

“Cukup signifikan karena tempat wisata ditutup. Malioboro ditutup. Volume kendaraan yang masuk ke Jogja mulai terlihat berkurang sehari setelah pemberlakuan PPKM Darurat. Langsung arus lalu lintasnya sangat berkurang,” katanya.

Dari pemeriksaan selama empat hari ini, ia melihat semua pengendara tertib mengikuti instruksi petugas jika memang harus putar balik. Dalam setiap penyekatan, dikerahkan rata-rata 35 petugas yang berjaga setiap hari.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yulianto, mengatakan penyekatan di hari keempat juga masih dilaksanakan di Pos Prambanan. “Kendaraan diperiksa ada 225 kendaraan. Kendaraan yg diputar balikkan sejumlah 190 kendaraan karena tidak bisa menunjukkan surat vaksin dan hasil PCR. Kemudian ada pembagian masker 60 buah,” ujarnya.