DPRD DIY Usul Pembentukan Tim Trauma Healing Tangani Terdampak Covid-19

Jalan Malioboro sepi pada saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Senin (5/7/2021). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
09 Juli 2021 08:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Komisi A DPRD DIY merekomendasikan sejumlah hal penting terkait evaluasi Penerapan PPKM Darurat yang digelar oleh Satgas Penanganan Covid-19 di DIY. Salah satunya menyarankan pembentukan tim Trauma Healing untuk menangani pendampingan psikologi warga terdampak Covid-19.

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menjelaskan dalam rapat bersama dengan Satgas Penanganan Covid-19 DIY, salah satu poin rekomendasinya adalah pembentukan crisis center dan trauma healing. Mengingat saat ini banyak masyarakat terdampak secara psikologi akibat kondisi pandemi.

BACA JUGA : Terdampak Covid-19, PAD Sleman Turun Drastis

"Guna mengurangi dampak psikologis kami merekomendasikan kepada Pemda DIY agar membuat semacam crisis center dan trauma healing,” kata Eko, Kamis (9/7/2021).

Sejalan dengan usulan tersebut, lanjutnya, maka Pemda DIY perlu meningkatkan sarana prasarana serta sumber daya manusia untuk pelayanan kesehatan, termasuk Kesehatan jiwa dalam hal ini psikolog. Upaya peningkatan kapasitas ini sebaiknya diberikan tidak hanya rumah sakit, namun juga Puskesmas, selter hingga petugas pendamping warga yang menjalani isolasi mandiri.

Selain itu, guna mengurangi beban masyarakat akibat terdampak terutama saat pemberlakuan PPKM Darurat, kata Eko, data masyarakat terdampak secara ekonomi harus segera diperbarui. Tujuannya agar segera bisa diberikan bantuan baik dari Pemerintah Pusat, Pemda DIY Kabupaten dan Kota hingga level kalurahan.

BACA JUGA : PSMTI Yogyakarta Bantu Warga Terdampak Corona

"Oleh karena itu merekomendasikan APBD dan Danais fokus saja guna penanganan dampak Covid-19, terutama untuk dukungan sarana prasarana serta bantuan bagi masyarakat," kata Eko Suwanto.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana menyatakan selama pelaksanaan PPKM empat hari terakhir, mobilitas warga DIY tergolong masih cukup tinggi. Padahal salah satu kunci mencegah penularan adalah dengan mengurangi moblitas.

“Maka kami targetkan untuk tiga hari ke depan kembali ada penurunan mobilitas bisa mencapai antara 30 persen hingga 50 persen. Salah satunya dengan memperbanyak penyekatan di berbagai titik,” ujarnya.