DPRD Jogja Usul Pembentukan Tim Vaksinator Tiap Kelurahan

Vaksinasi massal di Pasar Beringharjo, Senin (1/3/2021). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
09 Juli 2021 16:37 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pansus Pengawasan Penanganan Covid-19 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja mengusulkan tiap kelurahan membentuk tim vaksinator. Usul ini berdasarkan antusiasme masyarakat atas vaksinasi yang cukup tinggi.

“Kemarin sudah digelar vaksinasi massal di DPRD Kota Jogja. Dari target 3.000 orang, ternyata realisasinya sampai 3.300 orang. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat untuk dapat divaksin cukup tinggi," kata Ketua Pansus Pengawasan Penanganan Covid-19 DPRD Kota Jogja, Antonius Fokki Ardiyanto, Jumat (9/7/2021).

BACA JUGA: Rp242 Miliar untuk Penanganan Covid-19 DIY Baru Dipakai Rp33,5 Miliar

Tingginya tingkat kesadaran masyarakat terhadap program vaksinasi perlu diimbangi dengan fasilitasi dari pemerintah. Meskipun saat ini semua puskesmas melayani vaksinasi, perlu adanya upaya memperluas jangkauan. Pembentukan tim vaksinator di tiap kelurahan bisa menjadi salah satu caranya. Hal ini guna mendukung proses vaksinasi di puskesmas yang sebarannya berada di tingkat kemantren.

"Jika kebijakan ini bisa segera diambil, akan berdampak pada tercapainya herd immunity di Kota Jogja sehingga kehidupan masyarakat bisa segera kembali normal. Apalagi jika dalam sehari di satu kelurahan bisa ditarget 500 orang tervaksinasi," katanya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Jogja, Lana Unwanah, menyatakan upaya percepatan program vaksinasi bagi masyarakat terus dilakukan. Salah satunya dengan membentuk sentra vaksinasi.

Sentra vaksinasi sehari bisa melayani 500 warga. Kapasitasnya pun bisa ditingkatkan apabila ada tambahan tenaga kesehatan atau relawan. "Target vaksinasi saat ini masih untuk warga usia 18 tahun ke atas. Jika ketercapaiannya sudah 75 persen, baru menyasar usia 12-17 tahun," kata Lana.

Sejauh ini cakupan vaksinasi di Kota Jogja dianggap cukup tinggi, walaupun lebih dari separuhnya bukan penduduk Kota Jogja. Hal ini lantaran saat vaksinasi bagi pelayan publik, banyak pekerja yang berasal dari luar Jogja.