Penurunan Mobilitas Warga di Sleman Masih Minim, Sejumlah Titik Ini Tetap Ramai

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
11 Juli 2021 22:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Penyekatan menjadi salah satu cara yang dilakukan pemerintah untuk menurunkan mobilitas masyarakat. Dari hasil evaluasi penerapan PPKM Darurat di DIY, selama sepekan ini laju mobilitas masyarakat baru turun hingga 15%.

Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, volume ruas jalanan di Sleman memang lebih menurun dibandingkan hari normal. Namun di titik tertentu, seperti di persimpangan tiga Maguwoharjo hingga persimpangan Jombor, mobilitas warga masih terlihat tinggi.

Khusus di Sleman, kata Kepala Dinas Perhubungan DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti laju mobilitas masyarakat dengan cara penyekatan di sejumlah titik di Sleman baru menurunkan mobilitas warga sebesar 33%. Penurunan mobilitas di Sleman termasuk yang tertinggi.

"Dari rekaman CCTV yang terpasang di beberapa persimpangan antrian di Kabupaten Sleman turun 33 persen, Kulonprogo turun 28 persen, Bantul turun 35 persen dan Kota Jogja turun 33 persen. Untuk Gunungkidul belum terlihat karena belum memasang CCTV," katanya, saat zoom meeting bersama media, Sabtu (10/7/2021).

BACA JUGA: Belum Sebulan, Lebih dari 400 Jenazah Warga Sleman Dimakamkan dengan Prokes Covid-19

Menurut Made, salah satu tujuan dari penerapan PPKM Darurat adalah mengurangi mobilitas masyarakat. Alasannya, aktivitas kerumunan warga menjadi sumber penyebaran Covid-19. Dalam hal ini, maka Dishub DIY tidak bisa berjalan sendiri untuk mengurangi mobilitas namun dilakukan bekerjasama dengan kabupaten/kota.

"Kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memantau efektifitas penyekatan. Termasuk menyediakan rambu-rambu. Kami cermati apakah di suatu simpang yang satu lengannya ditutup akan berdampak pada penumpukan kendaraan di ruas lain," katanya.

Oleh karenanya, Dishub pun melakukan pengaturan durasi lampu APILL untuk mengimbangi kebijakan penyekatan jalan dan mengurangi penumpukan kendaraan. Diakuinya, cukup sulit untuk mengurangi mobilitas warga jika sektor non esensial tetap diperkenankan untuk beroperasi.

Kepala Dishub Sleman Arip Pramana mengatakan untuk tahap awal penutupan akses jalan di Sleman diterapkan di beberapa titik. Mulai di persimpangan Janti, Jalan Babarsari, Jalan Gejayan dan Jalan Kaliurang yang semuanya berada dekat Ring Road Utara.

"Kebijakan ini berlaku selama PPKM Darurat dengan tujuan untuk menurunkan mobilitas warga dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kami berharap masyarakat mematuhi Instruksi Bupati Sleman terkait PPKM ini," katanya.