Vaksinasi Dosis Ketiga untuk Nakes Bantul Tunggu Instruksi Pusat dan Provinsi

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. - Harian Jogja/Desi Suryanto
15 Juli 2021 13:07 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul sampai saat ini masih menunggu kejelasan dari Kementerian Kesehatan soal penyuntikan dosis ketiga dengan menggunakan vaksin Moderna untuk 8.297 tenaga kesehatan (nakes) di Bumi Projotamansari.

“Sebab, sampai saat ini belum ada kebijakan dari pusat dan provinsi. Begitu juga dengan stok vaksin untuk dosis ketiga,” kata Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular, Dinkes Bantul, Abednego Dani Nugroho, Kamis (15/7/2021).

Menurut Abed, saat ini cakupan vaksinasi terhadap nakes sasaran baik di dosis pertama dan kedua dengan vaksin sinovac, belum 100 persen terserap. Sebab, dari 8.297 nakes sasaran, baru 93,31 persen atau 7.742 nakes yang telah menerima dosis pertama. Sedangkan di dosis kedua dari 8.297 nakes sasaran, baru 89,26 persen atau 7.406 nakes yang telah menerima dosis kedua.

Belum terserap 100 persen vaksinasi untuk nakes sasaran, diungkapkan oleh Abed, karena beberapa hal. Selain hamil, ada nakes yang tengah menyusui. Ada juga yang memiliki komorbid.

Selain itu, ada juga yang ditunda pelaksanaan vaksinasi karena tekanan darah melebihi batas normal. “Sehingga harus menunggu kondisi stabil setelah itu dapat dilakukan penyuntikan,” jelasnya.

Sementara untuk vaksinasi pelayan publik, Abed mengatakan sampai saat ini dari 62.403 sasaran dosis pertama telah terealisasi 105,3 persen atau 65.727 sasaran. Sedangkan untuk dosis kedua dari 62.403 sasaran baru 58,79% terealisasi atau 36.684 sasaran.

Untuk lansia, dari 122.672 sasaran di dosis pertama baru 44 persen atau 54.017 sasaran tervaksin. Sedangkan dosis kedua dari 122.672 sasaran baru terealisasi 23.98 persen atau 29.419 sasaran. Sementara total divaksinasi hingga 13 Juli 2021, dari 193.372 sasaran dosis pertama, baru tervaksin 88,72 persen atau 171.564. Sedangkan total sasaran dosis kedua dari 193.372, baru terealisasi 38.47 persen atau 74.395 sasaran.

“Untuk stok vaksin saat ini, kami hanya punya 9.310 dosis Sinovac. Untuk AstraZeneca kosong,” ucap Abed.