From Jogja With Love, Guyub Sesarengan Berharap Pandemi Segera Berakhir

Lampu kamar The Rich Hotel dinyalakan membentuk hati sebagai aksi From Jogja With Love. - Ist
16 Juli 2021 22:57 WIB Anton Wahyu Prihartono Jogja Share :

Ada pemandangan yang berbeda jika kita melihat hotel dan restoran yang ada di DIY. Mulai Jumat (16/7/2021) malam, hotel dan restoran di DIY membikin gerakan From Jogja With Love. Harapannya, pandemi segera berakhir. Berikut laporan wartawan Harian Jogja Anton W Prihartono.

Sejumlah lampu kamar hotel di DIY mulai Jumat malam sekitar pukul 18.00 WIB dinyalakan. Namun, bukan berarti di kamar tersebut ada tamu yang bermalam. Bukan. Lampu kamar-kamar tesebut sengaja dinyalakan. Dan apabila di lihat dari kejauhan, lampu-lampu yang dinyalakan tersebut tampak seperti hati.

Seperti yang terjadi di The Rich Hotel Jalan Magelang Jumat malam. Tampak dari sisi utara maupun selatan, lampu-lampu kamar yang dinyalakan di The Rich Hotel terlihat seperti gambar hati. Tidak hanya di The Rich Hotel, hampir seluruh hotel-hotel lain di Jogja juga melakukan hal serupa. Mereka sedang membikin gerakan From Jogja With Love, suatu gerakan keprihatinan bersama atas kondisi saat ini akibat pandemi Covdi-19.

From Jogja With Love merupakan gerakan keprihatinan kami atas situasi yang terjadi di Indonesia dan juga Jogja. Meski dalam suasana prihatin, tapi kami masih memiliki semangat untuk guyub sesarengan,” ujar Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta, Deddy Pranowo Ernowo, Jumat.

Baca juga: PPKM Darurat, Mobilitas Warga Bantul Baru Turun Segini

Menurut Deddy, gerakan From Jogja With Love tidak hanya dilakukan oleh hotel berbintang, melainkan hotel nonbintang dan restoran juga terlibat. Hotel-hotel berbintang akan menyalakan lampu kamar yang membentuk formasi hati mulai pukul 18.00 WIB sampai pagi. Sedangkan hotel dan restoran juga akan memasang simbol hati di restoran atau lobi hotel. Gerakan ini serentak mulai Jumat (16/7/2021) hingga PPKM Darurat berakhir pada Selasa (20/7/2021) mendatang. “Ada sekitar 80 hotel berbintang dan nonbintang serta restoran yang akan bergabung dalam gerakan From Jogja With Love,” ungkap Deddy.

Deddy mengakui, hotel dan restoran sangat terpukul dengan situasi saat ini khususnya saat pemerintah menerapkan kebijakan PPKM Darurat. Kondisi ini berimbas pada rendahnya tingkat hunian hotel. “Bayangkan, jika sebelumnya okupansi 40-60 persen, saat ini okupansinya tidak sampai 10 persen. Bahkan ada hotel yang okupansinya 0 persen. Apa ini tidak menyedihkan, ngenes bos?” ujar Deddy.

Dia mengakakan, kondisi saat ini jauh lebih berat ketimbang awal-awal pandemi pada pertengahan 2020 di mana okupansi masih bisa di angka 20 persen. Meski dalam kondisi yang serba susah, menurut Deddy, insan perhotelan di Jogja tetap semangat tetap mendukung PPKM Darurat yang sedang dijalankan pemerintah. “Meski susah, kami tidak akan nglokro. Kami tetap semangat dan guyub sesarengan,” imbuh dia.

Baca juga: Covid-19 Melejit, Ekonom Minta Pemerintah Kesampingkan Pertumbuhan Ekonomi

Sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah, PHRI Yogyakarta akan terus mendorong penerapan protokol kesehatan dalam rangka memutus penularan Covid-19. Sembari tetap menjalani kondisi yang ada saat ini, dia berharap ada solusi untuk menyelamatkan sektor industri perhotelan dan restoran.

Ketua DPD Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DIY Herryadi Baiin mengatakan hotel-hotel yang tergabung dalam IHGMA DIY siap dengan gerakan From Jogja With Love. “Dulu kita juga pernah lakukan gerakan ini, tapi cuma satu malam. Kali ini kita lakukan sampai PPKM darurat selesai pada 20 Juli,” beber Baiin.

Dalam situasi yang serba susah, menurut Baiin, sektor perhotelan ingin menunjukkan masih ada harapan dan semangat untuk terus bertahan. Dan yang lebih penting, kata Baiin, kalangan perhotelan ingin menunjukkan dukungan dalam melawan persebaran Covid-19. “Ayo semua pihak harus dukung program pemerintah. Harus bareng-bareng sehingga situasi yang sulit ini bisa segera berakhir,” ujar Baiin.

Komitmen bahwa Jogja harus bisa bangkit dan lebih baik harus menjadi kesadaran semua pihak. Caranya, semua pihak juga harus disiplin menjalankan protokol kesehatan. “Ayo kita bergerak bersama menekan laju penularan Covid-19,” ajak Baiin.

Baiin yang juga General Manager The Rich mengaku ada 13 kamar yang harus dinyalakan lampunya sehingga membentuk formasi hati. “Sisi utara 10 kamar dan sisi selatan juga 10 kamar,” ungkap dia.

Di sisi lain, Baiin juga berharap agar pemerintah juga memberi kompensasi atas kondisi yang dialami sektor perhotelan. “Kemarin sudah lumayan baik, tapi saat ini kembali terjun bebas. Bahkan kondisinya jauh lebih buruk ketimbang saat awal-awal pandemi tahun lalu,” kata Baiin.