Teladan! Padukuhan Babakan Beri Jadup untuk Warga yang Jalani Isoman

Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
20 Juli 2021 12:47 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Langkah positif dilakukan oleh Padukuhan Babakan, Poncosari, Srandakan, Bantul terhadap warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman). Warga yang menjalani isoman diberikan jatah hidup (jadup) dalam bentuk sembako senilai Rp25.000 per orang hingga massa isolasinya selesai. 

Dukuh Babakan Agus Sriyono mengatakan uang yang digunakan untuk jadup berasal dari kas padukuhan dan telah berlangsung cukup lama, yakni sejak pandemi berlangsung. Jadup dalam bentuk sembako tersebut akan langsung diberikan kepada warga yang menjalani isoman di rumah.

BACA JUGA : 28 Warga Gunungkidul Meninggal karena Covid-19, 7 Diantaranya saat Isoman di Rumah

“Untuk teknisnya, warga yang menjalani isoman nanti tinggal pesan sembako kepada kami. Nanti akan ada yang membelikan sembako sesuai kebutuhan mereka. Tentunya, nilai maksimal Rp25.000 per kepala,” kata Agus, Selasa (20/7/2021).

Menurut Agus, selain mendapatkan jadup, warga yang menjalani isoman biasanya juga mendapatkan bantuan berupa makanan yang siap santap oleh tetangganya. Meski demikian, Agus memastikan, jadup tetap akan diberikan, kendati, warga yang menjalani isoman tersebut mendapatkan makanan dari tetangganya.

“Jadi tidak perlu khawatir. Untuk kebutuhan makan warga yang tengah menjalani isoman, tidak ada kendala. Tidak perlu takut,” tandas Agus.

Selain memberikan jadup, Agus menyatakan akan membeli oksigen sebagai antisipasi terhadap warga isoman yang kemungkinan mengalami pemburukan. “Istilahnya buat jaga-jaga. Setidaknya ada oksigen, untuk meminimalisasi kemungkinan terjadi pemburukan,” ungkap Agus.

Logistik

Terpisah, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Bantul Joko Purnomo mengatakan, saat ini Pemkab Bantul telah memikirkan mengenai kemungkinan pemberian bantuan logistik kepada warga yang menjalani isoman.

BACA JUGA : The Rich Jogja Hotel Sediakan Fasilitas Isolasi Mandiri

Sejauh ini, Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Bantul mencatat ada 3.025 rumah yang digunakan sebagai tempat isoman. “Sedang kami upayakan untuk bantuan logistiknya,” kata Joko.

Joko yang juga Wakil Bupati Bantul ini menambahkan, koordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat tengah dilakukan. Diharapkan, nantinya ada kebijakan untuk warga yang isoman. “Bisa nanti Baznas untuk beras, kami kelengkapan lainnya,” ungkap Joko.