Layanan Kesehatan Publik Butuh Kolaborasi Interprofesional Kedokteran dan Keperawatan

Jumpa pers FKKMK UGM secara virtual terkait dengan persiapan konferensi internasional The Network: Toward Unity for Health (TUFH) 2021 yang akan digelar pada 20-23 Juli 2021 secara daring.-Harian Jogja - Abdul Hamid Razak
21 Juli 2021 06:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Dekan Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Profesor Ova Emilia menegaskan pentingnya peningkatan kolaborasi interprofesional pendidikan kedokteran dan profesi kesehatan sebagai garda depan pelayanan kesehatan masyarakat.

Penguatan kapasitas sumber daya kesehatan (SDM) menjadi salah satu poin penting untuk menunjang peningkatan kualitas layanan kesehatan primer. Karenan itu, melalui proses pendidikan kedokteran dan profesi kesehatan berkualitas serta didiukung pendidikan lintas profesi maupun penguatan pengetahuan kesehatan populasi diharapkan mampu meningkatkan mutu layanan kesehatan dalam mencapai derajat kesehatan masyarakat.

“Tantangan pendidikan kedokteran dan profesi kesehatan Indonesia saat ini adalah pendidikan berbasis kebutuhan dan minat. Di sinilah peran institusi pendidikan sangat besar menyiapkan calon-calon lulusannya agar mau bekerja di lapangan. Tidak hanya mencetak lulusan kompeten,tetapi juga berjiwa kemanusiaan menangani persoalan kesehatan di level hulu/masyarakat,” paparnya, Senin (19/7/2021).

Persoalan peningkatan kolaborasi interprofesional dan pendidikan untuk penguatanan layanan kesehatan primer ini nantinya didiskusikan bersama para pakar dari berbagai negara di dunia dalam konferensi internasional The Network: Toward Unity for Health (TUFH) 2021 yang akan digelar pada 20-23 Juli 2021 secara daring.

Dalam konferensi yang mengusung tema Enhancing Interprofessional Collaboration and Learning for Strengthening Primary Health Care ini akan diikuti ratusan akademisi maupun praktisi dari negara-negara di Asia, Afrika, Amerika, Australia maupun Eropa.

Tahun ini FKKMK UGM dipercaya kembali menjadi tuan rumah konferensi TUFH, setelah sempat menjadi tuan rumah pada 1990-an. "Melalui konferensi ini harapannya bisa meningkatkan kapasitas SDM yang berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan mampu mewujudkan kesehatan bagi semua,” katanya dalam Konferensi Pers secara daring, menyongsong penyelenggaraan konferensi internasional THUF.

Executive Director of TUFH, Nicholas Torres, menyampaikan hingga saat ini belum ada negara dunia yang sukses dalam kolaborasi interprofesional. Namun, upaya peningkatan kolaborasi interprofesional perlu terus dilakukan untuk mewujudkan pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Ketua Panitia TUFH 2021, Prof. Gandes Retno Rahayu, menjelaskan konferensi internasional TUFH 2021 nantinya diikuti sekitar 300-an peserta dari berbagai negara di dunia. Menghadirkan empat narasumber yaitu Prof. Ova emilia, Yassein El Hussein, Donal Li serta Janet Grant.