BST Rp600.000 Mulai Dicairkan untuk KPM di Jogja, Periode Ini Ditambah Beras 10 Kg

Ilustrasi. - Freepik
23 Juli 2021 22:07 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pemda DIY bersama PT. POS Indonesia wilayah DIY, dan Bulog Kantor Wilayah DIY mulai menyalurkan bantuan sosial tunai dari Pemerintah Pusat untuk warga terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih mengatakan total ada 127.400 kepala keluarga penerima bantuan sosial tunai di DIY. Bansos tunai tersebut untuk dua bulan yakni Mei dan Juni sebesar Rp600.000 yang dibayarkan pada Juli ini.

Data tersebut merupakan data penerima bansos tunai terdampak pandemi sejak tahun lalu hingga April 2021, kemudian diperpanjang selama dua bulan yang tiap bulannya Rp300.000. Namun kali ini penerima bansos tunai ditambah beras 10 kilogram per kepala keluarga atau keluarga penerima manfaat (KPM).

“Ini sudah berjalan bersama Bulog dan PT.Pos Indonesia, seperti tadi dimulai di Kelurahan Panembahan Jogja,” kata Endang, Jumat (23/7/2021).

Baca juga: Terus Bertambah, 97 Warga DIY Meninggal karena Covid-19 Dalam 24 Jam

Menurut Endang, bantuan sosial tunai diberikan untuk kebutuhan dasar karena terdampak PPKM Darurat. Pencairan dilakukan di kantor POS Indonesia. Namun untuk mengurangi adanya kerumunan, kantor POS membagikan di tiap kelurahan, bahkan jemput bola khusus untuk difabel dan lansia yang sudah tidak mampu bepergian.

Dalam proses penyaluran ini pihaknya juga melibatkan Satgas Penanganan Covid-19 di masing-masing kalurahan atau kelurahan untuk meminimalisir adanya kerumunan yang berpotensi terpapar virus corona, “Kita tidak ingin adanya klaster Bansos,” ucap Endang.

Selain bantuan sosial tunai untuk warga terdampak pandemi Covid-19, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako atau sebelumnya disebut bantuan pangan non tunai (BPNT) juga sudah berjalan seperti biasa. Endang menyebut total penerima bantuan PKH sebanyak 186.017, namun yang tersalurkan baru 61.167 kepala keluarga per Juli ini.

Baca juga: Anak Harus Dilindungi dari Dampak Tak Langsung Covid-19

Menurut dia data itu sudah terverifikasi dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan akan terus diperbarui. “Ketika data tidak benar akan tidak akan dieksekusi atau tidak diberikan. Ini data sudah DTKS yang sudah di verifikasi, mungkin sudah meninggal atau sudah pindah atau data ganda,” kata Endang.

Sementara penerima bantuan sembako sebanyak 383.820 kepala keluarga. Endang mengatakan semua bantuan baik PKH, bantuan sosial tunai dan bantuan sembako mendapat tambahan bantuan beruba beras sebanyak 10 kilogram tiap KPM.

Kepala Kantor POS Indonesia Wilayah DIY, Antonius Chrisna mengatakan sampai 22 Juli lalu sudah bantuan sosial tunai sudah tersalurkan sebanyak 2.891 KPM. Dia mengakui penyalura memang masih sedikit namun Antonius berharap sampai 25 Juli sudah tersalurkan semua.

“Kemungkinan tak bisa tersalurkan 100 persen karena banyak penerima yang melakukan isoman. Ada laporan di kami sedang melakukan isoman akan dijadwalkan ulang setelah masa isoman selesai,” kata Antonius. Pihaknya masih mencari cara bagaimana pendistribusian bantuan sosial untuk KPM yang sedang melakukan isolasi mandiri.