Penurunan Mobilitas Warga Belum Mampu Turunkan Kasus Covid-19

Kondisi lalu lintas kendaraan di Bantul pada Minggu (11/7/2021) dalam masa PPKM Darurat yang cenderung lengang. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
29 Juli 2021 06:57 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Panjang antrean di sejumlah persimpangan atau lampu bangjo di Bantul selama PPKM mengalami penurunan. Meski pun telah banyak melakukan penyekatan, persentase penurunan panjang antrean tak pernah sampai angka 50 persen.

Kepala Dinas Perhubungan, Aris Suharyanta pada Rabu (28/7) menjelaskan penyekatanan terus diterapkan di sejumlah titik. Tidak ada penambahan maupun pengurangan selama PPKM Level 4. Berbeda dengan pemerintah pusat yang menggunakan citra satelit, perhitungan mobilitas warga salah satunya dilihat dari persentase penurunan panjang antrean di sejumlah lampu bangjo.

BACA JUGA : Mobilitas di DIY Diklaim Sudah Zona Kuning

Berdasarkan data yang dibagikan Aris, persentase penurunan panjang antrean simpang di Kabupaten Bantul pada 27 Juli 2021 mencapai minus 30 persen. Dari periode 12-27 Juli 2021 data persentase penurunan panjang antrean simpang bergerak naik turun. Namun titik terendah terjadi pada 23 Juli 2021 dengan persentase penurunan panjang antrean sebesar minus 44 persen.

Penurunan mobilitas warga diharapkan menekan tren penambahan kasus Covid-19 Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo menyatakan memang terjadi tren penurunan kasus. Akan tetapi tren penurunan kasus yang terjadi dinilai Agus belum signifikan.

"Penurunan iya, menurut saya belum signifikan. Kasus-kasus masih banyak. Sekali lagi kami yang bekerja di hilir akan berjuang semaksimal mungkin termasuk menambah fasilitas," ujarnya.

BACA JUGA : Epidemiolog UGM Minta Pemerintah Lebih Berani Cegah

Namun Agus menegaskan berapa pun penambahan berbagai fasilitas penanganan Covid-19 di hilir tidak akan mampu menangani kasus bila masyarakat di sisi hulur tidak melakukan perubahan.

"Saya mengimbau masyarakat, ini PPKM Darurat atau PPKM level 4 ini adalah peringatan bagi kita semua, ayo kita prokes supaya hilirnya tidak menyuplai pasien yang banyak sampai kami tidak mampu," tegasnya.