Dinkes Bantul: Kasus Harian & Kematian Akibat Covid-19 Mulai Menurun

Petugas medis melakukan perawatan pasien di tenda barak yang dijadikan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Sleman, DIY, Minggu (4/7/2021). /ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah -
03 Agustus 2021 09:07 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mencatat ada penurunan jumlah kasus harian pasien Covid-19 di wilayahnya selama pelaksanaan perpanjangan PPKM level IV.

“Sepekan ini memang ada tren penurunan, begitu juga kasus kematian. Mudah-mudahan tren ini terus berlanjut. Karena ini akan memudahkan kami mengurai rujukan pasien ke rumah sakit rujukan,” kata Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharja di temui di ruang kerjanya, Senin (2/8/2021).

BACA JUGA : Kematian Covid-19 di Bantul Didominasi Pasien Kesulitan Mengakses Rumah Sakit

Lebih lanjut Agus mengungkapkan, akibat penurunan jumlah kasus berdampak kepada kapasitas tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) isolasi pasien Covid-19 yang kini mencapai 93,12%, dan critical bed menjadi 87,18%.

Selain itu, angka kematian Covid-19 di Bantul, kata Agus juga mengalami penurunan. Hal ini sebagai dampak dari mobilisasi warga dari isoman ke isolasi terpusat, yang dilakukan Pemkab Bantul bersama dengan Kodim dan Polres Bantul.

Sementara Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bantul Sri Wahyu Joko Santoso menguraikan, penurunan kasus kematian pasien berstatus positif Covid-19 dalam beberapa hari terakhir di bawah 20 kasus. Padahal sebelumnya 30 kasus.

“Seperti kemarin hanya ada sekitar 12 kasus," kata pria yang akrab dipanggil Oki ini.

BACA JUGA : Data Terbaru Kasus Covid-19 di Bantul, Sehari Tambah 625 Orang

Menurut Oki, tingginya jumlah kasus baru pasien Covid-19 di Bantul lebih dikarenakan masifnya testing. Dalam sehari, jumlah testing yang dilakukan Dinkes Bantul 2.500 orang.

“Karena memang testing kami tinggi. Rata-rata 2.500 sehari dan paling rendah yang tinggi, karena untuk testing di Bantul rata-rata sekitar 2.500 sehari dan paling rendah 720 testing perhari saat libur. Itu kenapa kasus tetap di angka yang tinggi,” ucap Oki.