FAM Protes Injury Time Indonesia vs Bangladesh, Minta FIFA Jelaskan
FAM meminta FIFA menjelaskan perubahan injury time Indonesia vs Bangladesh dari dua menjadi tujuh menit dalam FIFA ASEAN Cup 2026.
Petugas medis melakukan perawatan pasien di tenda barak yang dijadikan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Sleman, DIY, Minggu (4/7/2021). /ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mencatat ada penurunan jumlah kasus harian pasien Covid-19 di wilayahnya selama pelaksanaan perpanjangan PPKM level IV.
“Sepekan ini memang ada tren penurunan, begitu juga kasus kematian. Mudah-mudahan tren ini terus berlanjut. Karena ini akan memudahkan kami mengurai rujukan pasien ke rumah sakit rujukan,” kata Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharja di temui di ruang kerjanya, Senin (2/8/2021).
BACA JUGA : Kematian Covid-19 di Bantul Didominasi Pasien Kesulitan Mengakses Rumah Sakit
Lebih lanjut Agus mengungkapkan, akibat penurunan jumlah kasus berdampak kepada kapasitas tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) isolasi pasien Covid-19 yang kini mencapai 93,12%, dan critical bed menjadi 87,18%.
Selain itu, angka kematian Covid-19 di Bantul, kata Agus juga mengalami penurunan. Hal ini sebagai dampak dari mobilisasi warga dari isoman ke isolasi terpusat, yang dilakukan Pemkab Bantul bersama dengan Kodim dan Polres Bantul.
Sementara Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bantul Sri Wahyu Joko Santoso menguraikan, penurunan kasus kematian pasien berstatus positif Covid-19 dalam beberapa hari terakhir di bawah 20 kasus. Padahal sebelumnya 30 kasus.
“Seperti kemarin hanya ada sekitar 12 kasus," kata pria yang akrab dipanggil Oki ini.
BACA JUGA : Data Terbaru Kasus Covid-19 di Bantul, Sehari Tambah 625 Orang
Menurut Oki, tingginya jumlah kasus baru pasien Covid-19 di Bantul lebih dikarenakan masifnya testing. Dalam sehari, jumlah testing yang dilakukan Dinkes Bantul 2.500 orang.
“Karena memang testing kami tinggi. Rata-rata 2.500 sehari dan paling rendah yang tinggi, karena untuk testing di Bantul rata-rata sekitar 2.500 sehari dan paling rendah 720 testing perhari saat libur. Itu kenapa kasus tetap di angka yang tinggi,” ucap Oki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
FAM meminta FIFA menjelaskan perubahan injury time Indonesia vs Bangladesh dari dua menjadi tujuh menit dalam FIFA ASEAN Cup 2026.
Influenza A belum ditemukan di Bantul hingga 1 Oktober. Dinkes mengingatkan warga memperkuat PHBS dan menjaga daya tahan tubuh.
Arie Sujito menilai reshuffle kabinet Prabowo harus menjawab problem dan harapan publik, bukan justru memunculkan teka-teki baru.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.