Terima Kiriman 12.400 Dosis, Bantul Kebut Vaksinasi

Pelaksanaan vaksinasi massal di Grha Pradipta Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Bantul, Senin (15/2/2021). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
07 Agustus 2021 11:57 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pemkab Bantul bersama Forkompimda dan seluruh Faskes pelaksana vaksin, akhir pekan ini melakukan rapat koordinasi percepatan vaksinasi. Stok vaksin tambahan yang didrop pekan ini akansegera diinjeksikan kepada berbagai sasaran.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo menegaskan Kabupaten Bantul akan melakukan percepatan vaksin dengan stok vaksin yang baru dirop pekan ini. "Rohnya bukan penghentian, tetapi rohnya percepatan. Alhamdulillah kemarin kita dapat vaksin dari provinsi 12.000 dosis," ujarnya pada Jumat (6/8/2021).

BACA JUGA : Stok Vaksin di Gunungkidul Menipis, Tak Ada Agenda Vaksinasi Baru

Diakui Agus, klinik-klinik sempat ada yang mengurangi kapasitas vaksin mereka karena keterbatasan vaksin. "Minggu lalu kita sempat minimal sekali, bahkan ada yang sempat kehabisan. Sehingga klinik tidak melalukan vaksinasi. Alhamdulillah di awal Agustus, di beberapa hari ini ada tambahan vaksin sehingga kita bergelora lagi untuk percepatan," tegasnya.

Saat ini Agus akan menggerakan kembali seluruh faskes mampu vaksin untuk percepatan vaksinasi. "Jadi hari ini kita malah mau bergerak, bukan mau berhenti," ujarnya.

"Ini di sentra vaksinasi dua kita sudah buka, sudah dua hari ini di halaman dinas kesehatan. Hari ini pelaku ekonomi, Peradi, pelayanan masyarakat di bidang ekonomi termasuk POM Bensin. Kemudian ada beberapa komponen masyarakat yang kita undang," katanya.

BACA JUGA : Pemkot Jogja Setop Pemberian Vaksin Dosis Pertama

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih ditemui seusai rapat menjelaskan percepatan vaksinasi akan dilakukan Pemkab Bantul untuk mempercepat Herd Immunity. "Memang hari ini kendala kita kurang lancarnya pasokan vaksin," ujarnya.

"Dari vaksin yang dikirim kepada Pemda Bantul, 99,6 persen itu sudah digunakan. Artinya tidak ada vaksin yang nganggur di Bantul, aemuanya sudah terinjeksikan," tandasnya.

Ditegaskan Halim, Pemkab Bantul sebenarnya telah mempercepat vaksinasi. Hanya saja pihaknya menyebut bila pengiriman vaksinnya yang tidak lancar. Namun pekan ini Pemkab Bantul disebutkan Halim baru saja memperoleh kiriman vaksin sebanyak 1240 vial dengan masing - masing vialnya setara 10 dosis. Dengan kata lain, Bantul kembali menerima 12.400 dosis vaksin.

"Tapi kan ini sangat kecil dari yang kita butuhkan. Kita ini kak targetnya ada 700.000. Sementara baru 200.000, kan masih 500.000 orang yang belum tervaksin. Intinya nakes Bantul siap untuk mempercepat itu [vaksinasi], tetapi support vaksin dari pemerintah pusat itu kita tunggu-tunggu," pungkasnya.