RS Panembahan Senopati Kesulitan Rekrut Pegawai, Kebutuhan 83, yang Daftar 6 Orang

Ilustrasi. - REUTERS/Susana Vera
12 Agustus 2021 13:07 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Penambahan sumber daya manusia (SDM) di RS Panembahan Senopati Bantul mengalami kendala. Sebab dari kebutuhan 83 tenaga relawan kesehatan, baru ada 6 yang mendaftar. Sehingga, sampai saat ini RS Panembahan Senopati masih tetap membuka lowongan relawan.

"Padahal kami butuh relawan perawat yang cukup banyak untuk berbagai posisi. Mereka tidak mendaftar mungkin karena takut. Ada beberapa sebenarnya sudah daftar kemudian menarik diri. Padahal relawan tetap kami hargai," kata Direktur RS Panembahan Senopati I Wayan Marthana Widiana Kedel, Kamis (12/8/2021).

Di sisi lain, Wayan mengungkapkan, pihaknya tidak mungkin bisa merekrut tenaga kesehatan melalui jalur pegawai harian lepas (PHL). Sebab, adanya keterbatasan anggaran. Selain itu, dengan perekrutan PHL akan menambah beban anggaran dari rumah sakit.

"PHL di tempat kami itu sudah 50 persen dari 800 pegawai yang ada. Dan ini cukup berat karena menggunakan dana BLUD untuk gajinya. Apalagi saat ini ada penurunan pasien [nonCovid-19]," lanjut Wayan.

Baca juga: Bupati Bantul: Kebijakan Sertifikat Vaksin Bisa Tingkatkan Animo Vaksinasi

Sementara Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan RS Panembahan Senopati Sidik Rohadi mengatakan, selama ini pihaknya harus merogoh anggaran senilai Rp1 miliar untuk menggaji PHL di tempatnya per bulan atau total Rp14 miliar per tahun.

"Karena ada gaji ketiga belas juga. Angka ini kan cukup besar, karena 10 persen dari total pendapatan kami. Untuk total pendapatan kami itu kan Rp140 miliar," katanya.

Lebih lanjut Sidik mengungkapkan, beban lainnya yang lebih besar untuk RS Panembahan Senopati adalah belanja obat dan bahan habis pakai yang mencapai 50 persen dari total Rp140 miliar. "Belum listrik kami juga naik, oksigen kita juga naik," ungkapnya.