Kelok 23 dan Tol Jogja-Solo-YIA, DPRD Minta Bantul Bersiap
DPRD Bantul meminta Pemkab memetakan dampak Kelok 23 dan Tol Jogja-Solo-YIA untuk mengantisipasi perubahan arus serta kepadatan lalu lintas.
Pelaku, AYT (kiri) melakukan adegan pembacokan saat menjalani pra rekonstruksi di Jalan C. Simanjuntak, Kota Jogja, Selasa (12/6/2018). /Istimewa-dok Polri
Harianjogja.com, UMBULHARJO - Polresta Jogja mengaku bakal kembali menggiatkan patroli buka tutup menyusul kembali munculnya aksi kejahatan jalanan atau yang biasa disebut klitih belakangan ini. Sejumlah insiden yang disinyalir merupakan aksi klitih, bahkan hingga memakan korban jiwa terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan beberapa pekan terakhir.
"Patroli terbuka dan tertutup akan kembali dilakukan personel yang waktunya bisa kapan saja. Ini tentunya menjadi perhatian kami juga," kata Kapolresta Jogja, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro, Kamis (12/8/2021).
BACA JUGA : Dikejar Rombongan Klithih, 2 Pemuda Kulonprogo Luka-Luka
Kapolresta mengungkapkan, dalam patroli terbuka itu pihaknya akan melibatkan personel tertentu misalnya dari Sat Sabhara yang akan berkeliling melakukan pengawasan di titik-titik rawan dan kerap munculnya peristiwa kriminalitas.
Sementara, dalam patroli tertutup akan ada satuan tertentu pula yang melakukan pemantauan secara tidak langsung terhadap indikasi peristiwa kejahatan serta melakukan antisipasi munculnya tindakan kejahatan jalanan.
"Razia rutin dan juga insidental nantinya juga akan ada," ungkap dia.
Di sisi lain, Purwadi mengklaim bahwa terdapat penurunan angka kriminalitas selama kurang lebih satu bulan penerapan PPKM di wilayah setempat. Bahkan angka penurunan mencapai 40 persen pada Juli 2021 lalu. "Cenderung turun ya, turunnya sampai 40 persen itu," ujar Purwadi.
BACA JUGA : Beraksi di Jalanan Jogja dengan Sajam, Komplotan Klithih
Dia menjelaskan, kasus yang paling menurun adalah tingkat kriminalitas dengan jumlah penurunan sebanyak 14 kasus. Pada Juni angka kriminalitas mencapai 34 kasus, sementara di Juli hanya di angka 20 kasus.
"Jadi itu dari hasil Anev [Analisa dan Evaluasi] Turunnya ya lumayanlah, 14 kasus. Pada Juli kemarin dari catatan kami hanya 20 kasus," imbuhnya.
Sementara kasus kejahatan lain yang juga cenderung turun adalah kasus pencurian dan penganiayaan seperti KDRT. "Rata-rata yang turun adalah pencurian dan penganiayaan tapi yang rumah tangga ya. Lalu penipuan dan penggelapan juga signifikan turunnya," jelas dia.
Lebih lanjut, dia menilai bahwa ada kemungkinan bahwa penerapan PPKM berimbas pada menurunnya angka kriminalitas itu. Sebab, dengan adanya pembatasan dan sejumlah penyekatan membuat masyarakat menjadi enggan untuk keluar dan memilih bertahan di rumah di masa pandemi ini.
"Jika kondisi sekarang terkait kriminalitas, harusnya lebih tinggi ya. Karena banyak orang tertekan, banyak orang punya butuh, tapi nyatanya tidak. Jadi (PPKM) tidak begitu signifikan dampaknya," ujar dia.
BACA JUGA : Klithih di Terban Libatkan Pelajar
Meski begitu, pihaknya mengakui bahwa antisipasi dan juga tindakan pencegahan akan tetap dilakukan. Patroli serta kegiatan antisipasi oleh petugas polisi ke masyarakat akan terus diperketat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul meminta Pemkab memetakan dampak Kelok 23 dan Tol Jogja-Solo-YIA untuk mengantisipasi perubahan arus serta kepadatan lalu lintas.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 23 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.