Kltihih Marak Lagi, Polresta Jogja Akan Tingkatkan Patroli

Pelaku, AYT (kiri) melakukan adegan pembacokan saat menjalani pra rekonstruksi di Jalan C. Simanjuntak, Kota Jogja, Selasa (12/6/2018). - Istimewa/dok Polri
13 Agustus 2021 08:37 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, UMBULHARJO - Polresta Jogja mengaku bakal kembali menggiatkan patroli buka tutup menyusul kembali munculnya aksi kejahatan jalanan atau yang biasa disebut klitih belakangan ini. Sejumlah insiden yang disinyalir merupakan aksi klitih, bahkan hingga memakan korban jiwa terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan beberapa pekan terakhir.

"Patroli terbuka dan tertutup akan kembali dilakukan personel yang waktunya bisa kapan saja. Ini tentunya menjadi perhatian kami juga," kata Kapolresta Jogja, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro, Kamis (12/8/2021).

BACA JUGA : Dikejar Rombongan Klithih, 2 Pemuda Kulonprogo Luka-Luka

Kapolresta mengungkapkan, dalam patroli terbuka itu pihaknya akan melibatkan personel tertentu misalnya dari Sat Sabhara yang akan berkeliling melakukan pengawasan di titik-titik rawan dan kerap munculnya peristiwa kriminalitas.

Sementara, dalam patroli tertutup akan ada satuan tertentu pula yang melakukan pemantauan secara tidak langsung terhadap indikasi peristiwa kejahatan serta melakukan antisipasi munculnya tindakan kejahatan jalanan.

"Razia rutin dan juga insidental nantinya juga akan ada," ungkap dia.

Di sisi lain, Purwadi mengklaim bahwa terdapat penurunan angka kriminalitas selama kurang lebih satu bulan penerapan PPKM di wilayah setempat. Bahkan angka penurunan mencapai 40 persen pada Juli 2021 lalu. "Cenderung turun ya, turunnya sampai 40 persen itu," ujar Purwadi.

BACA JUGA : Beraksi di Jalanan Jogja dengan Sajam, Komplotan Klithih

Dia menjelaskan, kasus yang paling menurun adalah tingkat kriminalitas dengan jumlah penurunan sebanyak 14 kasus. Pada Juni angka kriminalitas mencapai 34 kasus, sementara di Juli hanya di angka 20 kasus.

"Jadi itu dari hasil Anev [Analisa dan Evaluasi] Turunnya ya lumayanlah, 14 kasus. Pada Juli kemarin dari catatan kami hanya 20 kasus," imbuhnya.

Sementara kasus kejahatan lain yang juga cenderung turun adalah kasus pencurian dan penganiayaan seperti KDRT. "Rata-rata yang turun adalah pencurian dan penganiayaan tapi yang rumah tangga ya. Lalu penipuan dan penggelapan juga signifikan turunnya," jelas dia.

Lebih lanjut, dia menilai bahwa ada kemungkinan bahwa penerapan PPKM berimbas pada menurunnya angka kriminalitas itu. Sebab, dengan adanya pembatasan dan sejumlah penyekatan membuat masyarakat menjadi enggan untuk keluar dan memilih bertahan di rumah di masa pandemi ini.

"Jika kondisi sekarang terkait kriminalitas, harusnya lebih tinggi ya. Karena banyak orang tertekan, banyak orang punya butuh, tapi nyatanya tidak. Jadi (PPKM) tidak begitu signifikan dampaknya," ujar dia.

BACA JUGA : Klithih di Terban Libatkan Pelajar 

Meski begitu, pihaknya mengakui bahwa antisipasi dan juga tindakan pencegahan akan tetap dilakukan. Patroli serta kegiatan antisipasi oleh petugas polisi ke masyarakat akan terus diperketat.