Layanan Oksigen Gratis di Bantul Dibatasi 15 Tabung Per Hari, Ini Alasannya..

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengisikan oksigen dari tabung portable ke tabung kecil ukuran 1 meter kubik saat launching oksigen gratis di Rumah Dinas Bupati Bantul, Kamis (12/8/2021) siang. -Harian Jogja - Jumali
13 Agustus 2021 04:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul resmi melaunching layanan oksigen gratis kepada pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri dan isolasi di selter kalurahan, yang dipusatkan di Rumah Dinas Bupati Bantul, Kamis (12/8/2021) siang.

Dalam sehari, Pemkab hanya akan memberikan oksigen gratis hasil sisa olahan oksigen generator yang ditempatkan di RS Panembahan Senopati sebanyak 15 tabung ukuran 1 meter kubik.

BACA JUGA : Isi Oksigen Gratis Selama Sebulan di Jogja? ini Tempatnya

“Sementara baru 15 tabung kecil ukuran 1 meter kibik. Karena masalah tempat. Sebetulnya bisa sampai 20 tabung,” kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih usai launching, Kamis (12/8/2021).

Menurut Halim, terbatasnya jumlah oksigen gratis yang bisa dilayani karena terbatasnya tempat dan sumber daya manusia. Sebab, pelayanan pemberian oksigen gratis ini dilakukan selama 24 jam.

“Artinya sementara minimal 15 tabung, tadi saya juga minta kepada Pak Direktur RS Panembahan Senopati untuk menyediakan lebih besar lagi. Nanti jangan 15 tapi ditingkatkan agar jangan ada yang sudah datang tapi tidak mendapatkan oksigen,” lanjut Halim.

Halim mengatakan langkah penyediaan oksigen gratis harus ditempuh oleh Pemkab karena banyak warga yang menjalani isolasi membutuhkan oksigen tetapi kesulitan mendapatkan oksigen. Selain itu harga oksigen juga mengalami kenaikan, sehingga masyarakat keberatan.

BACA JUGA : Penyaluran Oksigen Gratis di Bantul Terhambat 

“Untuk itu kami tempatkan di sini. Karena di rumah sakit kan harus steril dari kerumunan dan layanan nonmedik,” terang Halim.

Lebih lanjut Halim mengatakan jika layanan oksigen gratis ini diberikan oleh Pemkab selama Pemerintah Pusat menetapkan pandemi Covid-19. Diharapkan layanan ini akan menurunkan paparan Covid-19. “Sekaligus menekan tingkat kematian,” tandas Halim.