Disperindag DIY Dukung Peningkatan Kelas IKM

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Aris Riyanta, saat menyampaikan sambutan, Jumat (13/8/2021). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
14 Agustus 2021 06:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY mendukung geliat industri dan pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Salah satu dukungan Disperindag DIY yaitu edukasi ke pelaku usaha melalui Webinar Series Peningkatan Kualitas Pengelolaan Usaha Pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Pertemuan ketiga mengangkat tema Manajemen Produk Baru, Jumat (13/8/2021). Narasumber yang dihadirkan adalah dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM Rocky Adiguna dan Direktur Utama PT. Alra Makmur Cahaya Selaras Aesta Fajar.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Aris Riyanta mengatakan sektor industri sempat terpuruk setelah munculnya pandemi Covid-19, sehingga dengan adanya kondisi tersebut berbagai program pembinaan IKM tetap harus dilakukan.

“Ini untuk mewujudkan tugas dan fungsi Disperindag DIY mendukung pemulihan kinerja industri dan mendukung pada pemulihan ekonomi di DIY. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Perindustrian yang mendukung kegiatan ini, agar IKM memperoleh pengetahuan yang lebih lengkap,” ucap Aris.

Edukasi untuk IKM ini direncanakan berlangsung 12 kali, dan saat ini telah masuk pertemuan ke tiga. Sebelumnya telah disampaikan materi tentang perencanaan bisnis, kemudian rantai pasok, dan kemudian di pertemuan tiga ini tentang manajemen produk baru. Selanjutnya juga akan ada materi tentang desain produk, pricing strategic, packaging, pemasaran, komunikasi dan negosiasi, pemanfaatan IT, juga perizinan hak kekayaan intelektual, serta bagaimana pengadminstrasian ekspor impor.

“Keberlanjutan dan kepercayaan konsumen harus tetap dipelihara. IKM diharapkan bisa dilaksankan secara professional, mengikuti dinamika yang ada, termasuk penciptaan produk baru. Hal ini agar dapat bersaing di dalam masa-masa yang sulit. Sehingga harus melihat peluang yang ada, menciptakan produk baru yang sesuai kebutuhan pasar,” ucap Aris.

Manajemen yang efektif diperlukan, dalam menciptakan produk baru. Proses penciptaan produk baru meliputi beberapa hal. Diantaranya penciptaan ide, penyaringan ide, analisis bisnis, kemudian konsep dan sebagainya, sampai komersialisasi dijalankan. “Semoga bisa menambah wawasan dan bisa mendukung usaha semua dalam rangka meningkatkan usaha baik masa pandemi, maupun masa depan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Rocky menyampaikan ada siklus dalam pengelolaan produk. Pertama berangkat dari riset, mengidentifikasi peluang. Kemudian kedua masuk rencana, merancang konsep. Siklus ketiga buat dan uji coba produk. “Kemudian lempar ke pasar, distribusi dan jual. Kemudian evaluasi dan perbaiki,” ujar Rocky.

Pembicara lainnya, Fajar berbagi pengalaman PT. Alra Makmur Cahaya Selaras yang berkecimpung pada bisnis tas kulit. Ia memulai dari ide membuat produk kecil yang bernilai tinggi, dan kemudian dipilih tas kulit. Ia juga mengatakan dengan adanya pandemi ini juga harus beradaptasi. “Sebelumnya melewati produksi, pameran, potential buyer, kemudian saat ini kami hanya bisa mengandalkan online. Ini fase baru memang, harus membangun brand DNA juga,” ujarnya.