Dosen UGM: Lindungi Hewan Peliharaan dari Covid-19!

Para pemilik anjing membujuk anjing mereka untuk melahap makanan saat beradu cepat dalam lomba Dog eating yang berlangsung di Drop Off Area Jogja City Mall, Sleman, Minggu (17/3). JIBI/Harian Jogja - Desi Suryanto
14 Agustus 2021 18:47 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Covid-19 tidak saja menular pada manusia, namun juga binatang, termasuk hewan peliharaan. Maka pemilik hewan peliharaan perlu lebih waspada dalam menjaga hewan peliharaannya agar tidak terpapar Covid-19

Dosen di Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Guntari Titik Mulyani, menjelaskan sejak Maret 2020, sudah ada beberapa hewan peliharaan yang terbukti terpapar Covid-19, diantaranya dua anjing dan satu kucing di Hongkong serta satu kucing di Amerika Serikat.

Semua hewan tersebut diketahui berhubungan dekat dengan pemiliknya yang terinfeksi. Mengutip Jianzhong, salah satu peneliti Sars-CoV-2 dengan menginokulasikan virus intranasal pada tujuh kucing berumur enam sampai sembilan bulan didapati Sars-CoV-2 dapat bereplikasi efisien pada kucing. “Virus SARS-CoV-2 dapat menular antara kucing melalui rute udara," ujarnya, Sabtu (14/8/2021).

Virus ini juga menginokulasi virus intranasal pada lima anjing berumur tiga bulan dan didapati bahwa anjing memiliki kepekaan yang rendah terhadap infeksi SARS-CoV-2. Meski begitu hingga saat ini tidak ada bukti bahwa hewan memainkan peran penting dalam menyebarkan virus yang menyebabkan Covid-19.

Guntari menjelaskan ada banyak jenis corona virus, masing-masing memengaruhi spesies hewan yang berbeda, termasuk manusia. Atas dasar pohon-pohon filogenetik empat klaster coronavirus (CoV) dapat dibedakan, tiga di antaranya Alpha-, Beta- dan Gammacoronavirus. Hal telah diakui dan diklasifikasikan sebagai genera.

“Penyakit yang disebabkan karena alphacoronavirus telah lama dijumpai pada anjing [Canine Corona Virus/CCoV] dan kucing [Feline Corona Virus/ FCoV]. Betacoronavirus pada manusia menyebabkan SARS dan MERS," ungkapnya.

Pada hewan, CoV menyebabkan bronkitis pada unggas (Avian Infectious Bronchitis), gastroenteritis menular pada babi (Swine Transmissible Gastroenteritis), gastro enteritis pada anjing (Canine Enteric Coronavirus), dan radang peritoneum infeksius pada kucing (FIP).

Saat ini vaksinasi terhadap corona virus pada anjing telah rutin dilakukan oleh pemilik hewan. Sementara kebanyakan CoV manusia (HCoV) menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas yang relatif ringan atau flu biasa.

“Dua virus zoonosis yang disebut sindrom pernafasan akut [SARS] CoV dan sindrom pernafasan Timur Tengah [MERS] CoV ini sering dikaitkan dengan infeksi saluran pernapasan bawah yang parah dan utamanya mengancam kesehatan masyarakat," kata dia.

Cegah Kontak

Melihat kenyataan hewan kesayangan dapat tertular Covid-19 maka pemilik hewan peliharaan wajib untuk mencegah kontak penderita Covid-19 dengan hewan kesayangannya. Kucing memiliki kepekaan terinfeksi Covid-19 yang lebih tinggi dibandingkan anjing.

Oleh karena itu, jika dijumpai kasus Covid 19 pada kucing maka isolasi hewan juga perlu dilakukan untuk mencegah kemungkinan penularan kepada hewan lain. Guntari menandaskan kembali sampai saat ini tidak ada bukti hewan memainkan peran penting dalam menyebarkan virus yang menyebabkan Covid 19 pada manusia.

Sebab itu, mengoptimalkan imunitas hewan kesayangan, mencegah kontak dengan manusia atau kucing positif Covid-19, dan membawa hewan kesayangan yang diduga tertular Covid-19 merupakan tindakan yang harus dilakukan dalam menjaga hewan kesayangan dari Covid-19. “Covid-19 pada manusia bisa menular pada anjing dan kucing, tetapi tidak sebaliknya," kata Guntari.