Kekeringan Belum Berakhir, Bantuan Air Bersih Gunungkidul Berlanjut
BPBD Gunungkidul melanjutkan bantuan air bersih hingga Desember 2026. Lebih dari 3.950 tangki telah disalurkan kepada warga terdampak kekeringan.
Ilustrasi. /JIBI-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – BPBD Gunungkidul terus melakukan distribusi air bersih ke masyarakat. Total sudah ada 1.200 tangki air yang disalurkan hingga sekarang.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, di tahun ini ada alokasi dana droping sekitar Rp700 juta. Dana tersebut ditargetkan mampu memenuhi pasokan air bersih ke masyarakat sebanyak 2.200 tangki.
Hingga pertengahan Agustus, penyaluran air ke masyarakat sudah mencapai 1.200 tangki. Ia mengakui, jumlah tersebut masih akan terus bertambah karena penyalurah terus berlangsung. “Untuk penyaluran kami menggunakan lima armada pengangkut air,” katanya, Kamis (19/8/2021).
Baca juga: Tingkat Kekerasan di Sleman Tertinggi, Penegak Hukum Dinilai Lamban
BPBD mencatat hingga sekarang ada sepuluh kapanewon yang secara resmi mengajukan bantuan air bersih. Adapun total warga terdampak sebanyak 99.559 jiwa. Untuk penyaluran air bersih, Edy mengakui kalurahan di Kapanewon Girisubo merupakan wilayah yang paling banyak mendapatkan bantuan.
Total di Kapanewon Girisubo sudah ada 400 tangki air yang didistribusikan ke masyarakat di sejumlah kalurahan seperti Balong, Karangawen, Jepitu, Nglindur, Tileng hingga Pucung.
Sedangan Kapanewon Rongkop menjadi wilayah yang mendapatkan bantuan terbanyak ke dua dengan jumlah 288 tangki. Selanjutnya, Kapanewon Tepus ada 144 tangki, Tanjungsari sebanyak 132 tangki, Panggang sebanyak 108 tangki. Untuk Kapanewon Paliyan tersalurkan 32 tangki, Wonosari ada empat tangki, Semin sebanyak 48 tangki dan Saptosari mendapatkan bantuan 44 tangki.
Baca juga: 717 Warga Binaan Pemasyarakatan di DIY Sembuh dari Covid-19
“Masih bisa bertambah karena berdasarkan pendataan, di Gunungkidul hanya Kapanewon Karangmojo dan Playen yang terbebas dari krisis air. Sedangkan 16 kapanewon lainnya akan terdampak akibat musim kemarau,” ungkapnya.
Edy menambahkan, penyaluran air bersih tidak hanya dilakukan BPBD. Pasalnya, sejumlah kapanewon juga memiliki anggaran tersendiri. Selain itu, ada juga bantuan dari pihak swasta. “Untuk swasta sudah ada bantuan sebanyak tujuh tangki,” katanya.
Panewu Tanjungsari, Rakhmadian Wijayanto mengatakan, pihaknya memiliki anggaran droping sendiri dengan alokasi sebesar Rp54,6 juta di tahun ini. Meski demikian, ia mengaku juga tetap meminta bantuan ke BPBD Gunungkidul. “Kalau sendiri tidak bisa menjangkau ke seluruh wilayah. Sekarang bantuan air ke masyarakat juga sudah berjalan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul melanjutkan bantuan air bersih hingga Desember 2026. Lebih dari 3.950 tangki telah disalurkan kepada warga terdampak kekeringan.
PM Polandia Donald Tusk menyebut polisi menemukan tiga jasad di rumah pelaku penembakan di Krakow. Insiden tersebut sebelumnya menewaskan enam orang.
Industri pengolahan tumbuh 5,87% pada kuartal III/2026, melampaui ekonomi nasional 5,47%. Industri furnitur mencatat pertumbuhan tertinggi.
Kementerian PU meninggikan jalan Semarang-Demak dan membangun infrastruktur pengendali banjir untuk mengantisipasi rob jelang Nataru 2026/2027.
Pemprov Jateng mencatat 200.815 UMKM telah bersertifikat halal. Penguatan ekosistem halal didorong untuk mendukung pariwisata ramah Muslim.
Kota Callao di Peru membangun patung Paus Leo XIV setinggi 14 meter menjelang kunjungan sang paus pada 11–17 November 2026.