Kapanewon di Gunungkidul Siapkan Dana Droping Air Hadapi Kemarau
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Pengunjung di kawasan Pantai Kukup, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Jumat (14/5/2021)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata Gunungkidul memprediksi jumlah kerugian akibat penutupan wisata karena kebijakan PPKM terus membengkak. Kerugian hingga akhir Agustus diperkirakan mencapai lebih dari Rp25 miliar.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan Pemerintah Pusat telah memperpanjang PPKM level 4 hingga akhir Agustus mendatang. Hal ini berarti penutupan destinasi wisata ikut diperpanjang seiring dengan kebijakan tersebut.
BACA JUGA: Tak Punya Mal, Bantul Hanya Uji Coba Penerapan Aplikasi PeduliLindungi
Menurut dia, penutupan wisata memberikan dampak yang sangat besar. Di awal Agustus lalu, Dinas Pariwisata sudah membuat perhitungan bahwa perputaran uang yang berhenti mencapai Rp17 miliar. Namun seiring adanya perpanjangan PPKM hingga akhir bulan, jumlahnya semakin lebih besar lagi.
Pendapatan asli daerah diperkirakan kehilangan pemasukan mencapai Rp1,6 miliar. Sedangkan dari sisi perputaran uang diperkirakan mencapai Rp25 miliar.
“Untuk perputaran, kami asumsikan belanja wisatawan sebesar Rp81.000 per orang dan jumlah kunjungan per minggu sekitar 40.000 orang. Jadi tinggal kalikan delapan minggu [selama penutupan wisata] dan hasilnya ada sekitar Rp25 miliar,” katanya kepada wartawan, Selasa (24/8/2021).
Selama beberapa hari terakhir, jumlah wisatawan yang ingin berkunjung meningkat cukup derastis. Namund demikian, mereka diminta putar balik saat sampai di pintu masuk kawasan pantai.
“Paling banyak dari wilayah Solo Raya, Magelang hingga Semarang,” katanya.
Pengelola persewaan alat snorkeling Pantai Nglambor, di Kalurahan Purwodadi, Tepus, Adhitya Putratama, mengatakan, selama pandemi ada sekitar 50 pengunjung yang menyewa alat snorkelingnya. Namun, dengan adanya PPKM yang diperpanjang dengan level empat, usaha yang dijalani terpaksa ditutup. “Tidak ada pengunjung dan juga pekerja ikut diliburkan,” katanya.
BACA JUGA: Diduga Ambil Uang Ganti Rugi JJLS, Lurah Karangawen Gunungkidul Buron
Adit pun berharap ada kepastian terkait dengan pembukaan destinasi karena menyangkut dengan keberlangsungan usaha pelaku usaha di kawasan wisata. “Mudah-mudahan segera dibuka dan aktivitas wisata bisa kembali berjalan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh pemilik rumah makan di Pantai Kukup, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Mujiyanto. Menurut dia, penutupan wisata telah memberikan dampak terhadap pelaku usaha karena praktis tidak mendapatkan penghasilan dari kegiatan kepariwisataan. “Kami berharap ada solusi dari penutupan. Sebab, kalau terus diperpanjang maka pedagang akan pada gulung tikar karena tidak mendapatkan penghasilan, sedang pengeluaran untuk hidup terus berlangsung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.