Harga Cabai Rp2.500 per Kg, Petani di Kulonprogo Bakar Tanaman dan Bagikan Panenan ke Tetangga

Petani cabai di Kalurahan Garongan, Kapanewon Panjatan, Kulonprogo, membakar tanaman cabai. - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
26 Agustus 2021 01:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Harga cabai merah keriting di Kulonprogo anjlok dengan kisaran harga berada di angka Rp2.500 sampai dengan Rp3.000 per kg. Hal tersebut membuat petani cabai membagikan cabai yang ditanamnya ke sejumlah warga ketimbang menjual ke pengepul.

Salah satu petani cabai di lahan pertanian pantai di Dusun II, Kalurahan Garongan, Kapanewon Panjatan, Kulonprogo, Dwi Wahyu Adi Wibowo, 31, mengatakan jika sejumlah petani bahkan memutuskan untuk membakar cabai yang ditanam.

"Harga cabai terlampau murah ya. Jelas tidak seimbang dengan ongkos produksi yang telah kami kucurkan. Ya kami memilih untuk bakar (cabai merah keriting) saja. Selain dibakar, kami juga membagikannya ke sejumlah warga. Kami mau cari alternatif menanam tanaman yang lain saja," kata Dwi pada Rabu (25/8/2021).

Baca juga: Sultan Tegaskan Wisata di DIY Dibuka Jika Vaksinasi Sudah 80 Persen

Langkah yang diambil oleh Dwi dan sejumlah petani cabai di Kalurahan Garongan, Kapanewon Panjatan, Kulonprogo, bukan tanpa alasan. Harga cabai merah keriting yang hanya dibanderol seharga Rp3.000 per kilogramnya jauh dari harga ideal yang diterima oleh petani.

"Harga tersebut jauh di bawah break even point (BEP) atau titik impas biaya produksi yang idealnya di atas Rp10.000 per kilogramnya. Harga cabai turun drastis ya. Kami petani ya hanya bisa pasrah menerima keadaan yang ada," kata Dwi.

Anjloknya harga cabai merah keriting sudah terjadi sejak awal Agustus 2021 lalu. Harga cabai merah keriting pada waktu itu terpantau di kisaran Rp5.000 sampai dengan Rp6.000 per kilogramnya.

Baca juga: Pemkab Tegaskan Wisata di Bantul Belum Dibuka

"Kondisi tersebut diperparah dengan penerapan PPKM level empat yang diberlakukan oleh pemerintah pusat di sejumlah wilayah di pulau Jawa. Alhasil, pengiriman cabai ke Jakarta tersendat. Animo masyarakat ke pasar juga berkurang selama penerapan PPKM," imbuh Dwi.

Dwi dan sejumlah petani cabai di wilayah Kalurahan Garongan meminta agar pemerintah kabupaten Kulonprogo mampu memberikan solusi terkait dengan kondisi yang dialami oleh petani. Paling tidak, Pemkab Kulonprogo bisa berupaya untuk menstabilkan harga cabai merah keriting di pasaran.

Warga yang menerima cabai dari petani Kalurahan Garongan, Kapanewon Panjatan Kulonprogo, Sidanah, 45, mengatakan dirinya senang menerima cabai merah keriting dari petani. Kabar anjloknya harga cabai juga sudah sampai di telinga Sidanah beberapa minggu ke belakang.

Meskipun senang, warga Kalurahan Bojong, Kapanewon Panjatan, Kulonprogo, ini mengaku miris dengan kondisi yang dialami oleh sejumlah petani. Ia berharap agar harga cabai merah keriting dari petani bisa normal kembali. Petani bisa diuntungkan dan mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19.

"Ya saya senang menerima cabai merah keriting dari petani ya. Tapi di sisi lain ya kasian juga petaninya. Harga cabai merah keriting masak cuma Rp2.500 sampai dengan Rp3.000. Semoga pemerintah bisa memberikan solusi bagi petani," ujar Sidanah.