Kelurahan Bener Kukuhkan Pengurus FKUB

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi saat mengukuhkan FKUB Kelurahan Bener periode kepengurusan 2021-2024 pada Minggu (29/8) di GOR Kelurahan Bener. Harian Jogja - Yosef Leon.
30 Agustus 2021 09:17 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, TEGALREJO - Pemerintah Kelurahan Bener, Kemantren Tegalrejo, Kota Jogja mengukuhkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) setempat periode kepengurusan 2021-2024 pada Minggu (29/8) di GOR Kelurahan Bener. Kepengurusan FKUB baru itu diharapkan semakin memperkuat tumbuhnya nilai-nilai toleransi di masyarakat.

Lurah Bener, Agus Sutarto mengatakan, FKUB Kelurahan Bener sudah aktif berkegiatan sejak 2018 lalu. Dalam kegiatannya, FKUB bener kerap menjadi pelopor dalam memupuk kebersamaan serta merawat keberagaman yang ada di wilayah itu. Selain itu, di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini FKUB Kelurahan Bener juga ikut serta dalam kegiatan penanganan pandemi.

"Ada sekitar 120 anggota lebih yang terlibat dalam berbagai aktivitas dan kegiatan di FKUB Kelurahan Bener. Kami harap rasa gotong royong sesama anggota tetap terjaga dalam menjalankan aksi-aksi sosial," kata Agus.

Dia menambahkan, FKUB Kelurahan Bener diminta untuk terus menjalin hubungan dan juga koordinasi dengan berbagai pihak. Dengan  demikian, upaya merawat keberagaman bisa dilakukan secara bersama-sama dan bergandengan dengan banyak pihak. "Dengan upaya itu kami yakni bisa mewujudkan Kelurahan Bener yang makmur, aman, tertib, asri dan produktif," jelasnya.

Ketua FKUB Kelurahan Bener, Susilo Pratomo menyebut, kondisi masyarakat Bener yang multikultur menjadi salah satu alasan berdirinya FKUB di wilayah itu. Di sisi lain, penganut agama dan kepercayaan di wilayah setempat juga mendorong terbentuknya organisasi Kerukunan tersebut.

"Tujuan kami adalah bisa menggalang persatuan dan kesatuan seluruh umat beragama di wilayah kami. Dengan hal itu, keamanan dan kenyamanan serta toleransi antar warga bisa dipelihara," ujar dia.

Berbagai kegiatan yang dilakukan pihaknya meliputi aksi-aksi sosial berupa pemakaman jenazah Covid-19, penanggulangan bencana alam, donor darah, edukasi nilai keberagaman, serta berbagai kegiatan lainnya. "Menjalankan tugas secara jujur dan ikhlas selalu kami tanamkan kepada anggota saat berkegiatan di masyarakat," pungkas Susilo.