Lahan Tol Jogja-Solo Dibersihkan Lebih Cepat, Ini Alasannya

Sejumlah pekerja memotong pohon di pinggir jalan, Senin (30/8/2021), dalam kegiatan pembersihan lahan pembangunan jalan tol Jogja-Solo. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
01 September 2021 13:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pembersihan lahan atau land clearing proyek Tol Jogja-Solo (Joglo) dipercepat. Sejak 23 Agustus 2021, pemrakarsa pembangunan jalan tol sudah membersihkan lahan.

Semula, rencana tersebut digelar setelah Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) membayar uang ganti rugi bagi warga Kadirojo 1 dan Cupuwatu 2 Purwomartani, Kalasan. "Iya betul [land clearing] sudah dilakukan," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PBJH) Joglo, Wijayanto kepada Harian Jogja, Senin (30/8/2021).

BACA JUGA: Hendak Bangun Lapangan Sepak bola, Warga Jambidan Banguntapan Temukan Wajan Raksasa

Awalnya, kata dia, konstruksi yang diawali land clearing dilakukan setelah pembayaran uang ganti rugi kepada warga Cupuwatu 2. Alasannya, area Cupuwatu 2 merupakan area terdekat dengan jalan sehingga dinilai akan memudahkan akses masuk ke lokasi proyek.

Namun dengan berbagai pertimbangan, kontraktor kemudian memulai pembersihan lahan di lokasi yang akan dibangun simpang susun (junction), yakni Temanggal 2. "Ya tidak masalah kalau land clearing dimulai dari Temanggal 2, sebab lokasinya sudah dibebaskan juga dan warga juga tahu soal itu," katanya.

Hal senada disampaikan Manajer Humas PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM), Rachmad Jasiman. Ia membenarkan pembersihan lahan sudah berjalan di Temanggal 2. Namun, Rachmad belum dapat menjelaskan lebih jauh terkait dengan kegiatan tersebut. "Iya [sudah berjalan] tapi masih sedikit [lahan yang dibersihkan]," ujarnya.

Berdasarkan pantauan Harian Jogja di lokasi proyek, beberapa pekerja memotong pepohonan yang berdiri di pinggir jalan, Senin. Sisi utara dan selatan Jalan Cupuwatu tersebut dipasang tanda peringatan adanya pengerjaan proyek.  Sebagian pekerja membersihkan dahan dan pohon yang sudah tumbang. Tidak terlihat alat berat di sekitar lokasi saat itu. Area yang dibersihkan memang masih sedikit dan didominasi lahan pertanian dan sebagian kolam ikan milik warga.

Di sisi lain, beberapa rumah warga yang terdampak pembangunan jalan tol tersebut juga sebagian sudah membongkar rumahnya. Sebagian rumah milik warga terdampak masih terlihat berdiri dan tidak terganggu dengan kegiatan pembersihan lahan tersebut.

Salah seorang warga terdampak, Yosef Laba, warga Temanggal 2 mulai membongkar bangunan rumah yang ia huni selama sembilan tahun terakhir. Sejumlah tukang menurunkan genting-genting rumah milik Yosef. "Ya bagian rumah seperti kusen, pintu, jendela dan genting masih bagus. Masih bisa dimanfaatkan untuk membangun rumah," kata Yosef kepada Harian Jogja.

Ia mengaku pembongkaran bagian rumahnya atas inisiatif sendiri dan bukan karena kegiatan land clearing sudah berjalan. Selain sudah menerima ganti rugi, Yosef saat ini sedang membangun rumah di sebelah barat Kantor Kalurahan Purwomartani. "Makanya hari ini [kemarin] mulai saya bongkar untuk rumah saya di sana. Lahannya lebih luas di sana," kata Yosef.

Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen, Galih Alfandi, mengatakan setelah musyawarah warga untuk Kadirojo 1 dan Cupuwatu 2 selesai, proses selanjutnya menunggu pembayaran UGK untuk pembangunan jalan tol Joglo.

Setelah validasi data dari BPN terbit, Satker akan mengeluarkan SPP (Surat Perintah Pembayaran) kepada Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). "Targetnya sebulan dua bulan. Begitu keluar validasi kami buat SPP ke LMAN untuk pencairan," ujarnya.

BACA JUGA: Jadi Miliarder Mendadak karena Tol Jogja-Bawen, Pria Ini Larang Anak Beli Mobil

Musyawarah warga untuk Tol Jogja-Bawen akan dilanjutkan di Margodadi, Seyegan. Jadwaknya masih menunggu ketersediaan anggaran. "Di Margomulyo 129 pemilik bidang setuju dengan besaran UGK. Setelah Margomulyo selesai pekan lalu, rencana kami lanjutkan ke Margodadi, tapi masih tentatif menunggu ketersediaan anggaran," katanya.

Selama musyawarah warga dan pembayaran UGK baik untuk tol Joglo maupun Jogja Bawen, kata Galih, seluruhnya digelar sesuai protokol kesehatan. Setiap peserta selain wajib menggunakan masker, sebelum masuk ke area pertemuan diwajibkan mengikuti uji swab antigen

"Saat musyawarah warga di Margomulyo, ada tiga warga yang hasil swab-nya positif Covid-19. Mereka kami pulangkan dan acara diwakilkan istri atau suami yang bersangkutan, yang negatif Covid 19," katanya.