UAD & Lazizmu Hadirkan Bangsal Virtual

Serah terima program bangsal virtual untuk pasien isoman Covid-19, di apotek UAD, Jumat (3/9). (Harian Jogja - Yosef Leon)
04 September 2021 07:07 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) menyediakan layanan bangsal virtual untuk pasien Covid-19 yang sedang isolasi mandiri (isoman).

Program ini diharapkan bisa mempercepat dan mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.

Dekan Fakultas Farmasi UAD, Dyah Aryani menyebut, program bangsal virtual ini telah berlangsung sejak awal Agustus lalu atau telah berjalan kurang lebih selama satu bulan.

Ada sebanyak 80 pasien yang telah diampu, baik dari wilayah DIY maupun daerah lain di Indonesia. "Layanan ini kami berikan gratis. Ketika mereka mendapat laporan bahwa hasil pemeriksaan PCR atau antigen positif bisa langsung mendaftar," kata Dyah saat serah terima program bangsal virtual untuk pasien isoman Covid-19, Jumat (3/9) di apotek UAD.

Dyah menjelaskan bahwa, pasien Covid-19 yang ingin mengakses layanan ini bisa melakukan pendaftaran via chat Whatsapp melalui nomor 0877-1173-5877 atau 0856-4388-3808. Mereka nantinya akan dimasukkan ke dalam grup Whatsapp yang di dalamnya juga terdapat dokter, psikolog, apoteker dan ahli gizi.

Para pendamping itu nantinya akan memberikan pelayanan konsultasi kepada pasien isoman dan membimbing proses penyembuhan pasien Covid-19.

"Dokter nanti akan memeriksa kondisi pasien setiap hari secara virtual ya, apoteker untuk konsultasi obat dan memberikan informasi kemudian ahli gizi akan memberikan rekomendasi makanan yang harus dipenuhi serta support makanan yang optimal. Psikologi agar pasien bisa menghadapi Covid-19 ini dengan tenang ya, karena kadang banyak keluhan pasien itu cemas malam hari dan takut kalau sesak napas sehingga kami sediakan juga psikolog," jelas dia.

Selama 14 hari menjalani isoman, para koordinator itu nantinya akan intensif berkoordinasi dan melayani para pasien Covid-19. Dyah menyatakan bahwa sampai saat ini tingkat kesembuhan dan layanan berjalan dengan optimal.

"Cukup optimal ya, bahkan kemarin ada yang sesak napas berat itu dan kami berikan pengobatan dan konsultasi dengan multidisipliner itu sembuh dan membaik juga. Ke depan kami gandeng Lazismu agar bisa diwadahi dan bentuk web dan nanti bisa tampak seperti rumah sakit betulan dengan fitur lengkap," ujar dia.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Hilman Latief mengatakan program bangsal virtual ini diharapkan bisa mempercepat proses penanganan Covid-19.

Saat ini mereka juga telah membuka layanan berupa pemberian vitamin, asupan gizi dan lain sebagainya bagi pasien Covid-19 yang menjalani isoman. Dengan demikian, layanan bangsal virtual ini dianggapnya sebagai program pelengkap bagi penanganan Covid-19.

Dia menambahkan bahwa, program ini nantinya juga menyasar kaum rentan semisal warga kurang mampu  atau mahasiswa yang tengah berada di perbatasan. Sebab, menurut dia kelompok seperti yang disebut itu sangat membutuhkan layanan yang demikian. (ADV)