Witan Sulaeman Perpanjang Kontrak di Persija 3 Tahun
Witan Sulaeman resmi perpanjang kontrak 3 tahun di Persija Jakarta. Siap tampil maksimal di bawah pelatih Shin Tae-yong.
Ilustrasi kecelakaan/Ist
Harianjogja.com, BANTUL-- Keenam korban meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di dekat Tebing Breksi memiliki niat mulia. Mereka kerja bakti mengambil batu untuk tempat duduk yang akan dipasang di Wisata Bulak Umpeng yang sedang dikembangkan di Padukuhan Daraman Kelurahan Srimartani Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul.
Peristiwa lakalantas yang menimbulkan enam korban jiwa warga satu pedukuhan itu membuat duka mendalam seluruh masyarakat padukuhan Daraman Kelurahan Srimartani, Piyungan, Bantul. Total ada sembilan warga dusun ini menjadi korban dalam kecelakaan maut di Breksi, Jumat (3/9/2021) malam.
BACA JUGA : Laka Maut Dekat Tebing Breksi, Korban Meninggal Bertambah Jadi 6 Orang
Sebanyak 3 di antara 9 korban dinyatakan selamat salah satunya adalah anak Radit Solih. Radit Solih adalah putra dari almarhum Suprapto, salah satu korban meninggal dalam kecelakaan maut tersebut.
Sabtu (4/9/2021) dinihari, empat jenazah tiba di Padukuhan Daraman. Wahyu Rahman Wahdini, Suprapto, Ali Fahrudin dan Heri. Jenazah tersebut disemayamkan di Masjid setempat untuk dilakukan sholat jenazah bersama.
Sabtu pagi selepas sholat Subuh, 4 jenazah diberangkatkan ke tempat pemakaman umum (TPU) setempat. Dua jenazah masing-masing Imam dan Misbahul Huda diberangkatkan secara terpisah. Jenazah Imam diberangkatkan ke Jombang tanah kelahirannya dan jenazah Misnahul Huda datang agak siang dan dimakamkan pukul 10.00 WIB.
Sabtu pagi nampak sanak famili mendatangi masing-masing kerabat mereka yang meninggal dalam kecelakaan tersebut. Mereka menyatakan bela sungkawa atas meninggalnya kerabat mereka.
BACA JUGA : Laka Tanjakan Breksi Telan 6 Korban, Bagaimana Kondisi Infrastruktur Lokasi Kejadian?
Sujangi, paman salah satu korban mengatakan 9 warga Daraman tersebut berangkat ke daerah Candi Ijo untuk mengambil batu. Jumat (3/9/2021) malam, mereka berencana melakukan kerja bakti.
"Kerja bakti tersebut warga lakukan untuk menata destinasi Bulak Umpeng. Selama ini kan mati suri karena PPKM. Nah selama PPKM ini kami siap-siap jika dibuka bisa langsung gas,"terang mantan sopir BUMN ini, Sabtu (4/9/2021).
Sebanyak sembilan warga Daraman tersebut mengambil batu kotak dari kawasan seputaran Candi Ijo. Mereka mengambil batu sendiri karena kebetulan ada warga Daraman yang memiliki truk. Dengan mengambil sendiri tentu biayanya menjadi lebih murah.
Rencananya batu-batu tersebut akan digunakan sebagai meja dan tempat duduk di Bulak Umpeng. Bulak Umpeng adalah destinasi wisata yang mereka ciptakan pada masa pandemi Covid-19 melanda.
"Bulak Umpeng diciptakan untuk meningkatkan perekonomian warga," katanya sembari menghela nafas panjang.
BACA JUGA : Telan 6 Korban Meninggal, Begini Kronologi Kecelakaan Maut di Dekat Tebing Breksi
Bulak Umpeng adalah destinasi wisata baru di Daraman Srimartani. Di destinasi tersebut wisatawan bisa menikmati berbagai macam kuliner. Destinasi ini berada di jalan persawahan di mana gubuk-gubuk penjual ada di pinggir jalan corblok tersebut.
"Selama ini wisatawan kalau makan ya duduk di jalan corblok beralaskan tikar. Batunya rencananya untuk tempat duduk dan meja,"ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Witan Sulaeman resmi perpanjang kontrak 3 tahun di Persija Jakarta. Siap tampil maksimal di bawah pelatih Shin Tae-yong.
Libur sekolah memicu lonjakan wisatawan Lava Tour Merapi di Sleman. Banyak pengunjung tak kebagian jip karena seluruh armada telah dipesan lebih dulu.
Timnas Meksiko mengembalikan hadiah Rolex senilai Rp17,9 miliar dari YouTuber SteveWillDoIt karena khawatir melanggar kode etik FIFA.
Vietnam naik kelas jadi negara berpendapatan menengah atas versi Bank Dunia. ASEAN kini punya 5 anggota upper-middle income. Simak daftar lengkap dan dampaknya!
Bocah 8 tahun terseret ombak di Pantai Goa Cemara Bantul, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian hingga Minggu sore.
Koperasi Desa Merah Putih di DIY mulai memetakan kebutuhan bahan baku MBG bersama SPPG untuk memperkuat pasokan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi desa.