India Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia Kehilangan Rival
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
Anak penyu hasil penetasan yang dilakukan oleh Kelompok konservasi penyu Mino Raharjo, kawasan Pantai Goa Cemara, Bantul. Harian Jogja/Jumali.
Harianjogja.com, BANTUL--Kelompok Konservasi Penyu Mino Raharjo, kawasan Pantai Goa Cemara, memastikan mampu menetaskan 80 persen dari satu sarang yang berjumlah 100 butir telur.
Keberhasilan ini membuat kelompok konservasi yang berdiri sejak 2010 ini terus meningkatkan kegiatannya dalam upaya menjaga populasi penyu lekang di kawasan tersebut.
BACA JUGA : Tempat Konservasi Penyu di Pantai Trisik Terancam Rusak
Ketua kelompok konservasi penyu Mino Raharjo, Subayo mengatakan, biasanya dirinya menempatkan telur penyu yang didapatkan dari sejumlah sarang di pinggir pantai itu di dalam bis beton yang dulunya untuk penyiraman Bibit Cemara. Melalui media tersebut, dari satu sarang yang memiliki 100 butir telur, 80 persen di antaranya berhasil menetas.
“Untuk itu kami terus melakukan konservasi. Memindahkan sarang telur tersebut ke tempat penangkaran ini. Sebelum nantinya kami lepas liarkan kembali,” jelas Subagyo, Sabtu (4/9/2021).
Lebih lanjut Subagyo mengungkapkan, awalnya dirinya bersama dengan sejumlah anggota kelompok Mino Raharjo adalah pemburu dan pemakan penyu. Namun, dalam perkembangannya, mereka memilih untuk berhenti dan mulai melakukan pengembangbiakan penyu. Tujuannya, adalah untuk melestarikan penyu. Karena dengan pelestarian penyu diharapkan akan meningkaykan hasil tangkapan ikan nelayan.
“Kami mulai membentuk konservasi penyu pada 2010 lalu. Itu dilakukan setelah kami tahu harus ada keseimbangan habitat penyu,” lanjut Subagyo.
Saat memulai langkah menangkarkan penyu, diakui oleh Subagyo, ada beberapa kendala. Salah satunya adalah belum semua sadar mengenai keseimbangan habitat penyu. Namun, perlahan, ada kesadaran dari warga dan anggotanya jika penyu dilindungi dan harus dilestarikan.
BACA JUGA : Terancam Abrasi, Konservasi Penyu di Pantai Trisik akan
Menurutnya, saat ini kelompoknya telah memiliki beberapa buis beton berisi telur-telur penyu yang siap ditetaskan. Di mana untuk satu buis beton atau sangkar memiliki kapasitas 100 butir telur. Saat ini ada 3 sarang yang belum menetas.
“Sejauh ini persentase penetasan mencapai 80 persen. Untuk kegagalan, biasanya terjadi karena curah hujan yang tinggi, sehingga menimbulkan jamur pada telur. Dan, biasanya penyu-penyu itu bertelur pada bulan Mei hingga September,” jelasnya.
Sementara anggota kelompok konservasi penyu Mino Raharjo Fajar Subekti mengatakan, setelah dieram dalam buis beton yang ada selama 51 hari, anak penyu tersebut harus dilepas liarkan. Selain itu, untuk memastikan konservasi tukik berjalan dengan baik, dirinya bersama dengan anggota lainnya terus melakukan patroli. Upaya ini dilakukan untuk memastikan tidak ada pencurian telur yang ada di sarangnya.
“Untuk jumlahnya [pencurian] saat ini relatif berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, kami tetap akan memaksimalkan patroli, agar tidak ada pencurian telur,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
Maroon 5 akan konser di Jakarta pada 5 Februari 2027. Simak harga tiket, jadwal presale, dan cara pembelian tiketnya.
KPK memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan periode 2021-2023.
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.