Veda Ega Pratama Jatuh di Q2, Start Ke-18 di Motegi
Veda Ega Pratama jatuh di Q2 Moto3 Jepang dan harus start ke-18. David Almansa merebut pole position di Sirkuit Motegi.
Anak penyu hasil penetasan yang dilakukan oleh Kelompok konservasi penyu Mino Raharjo, kawasan Pantai Goa Cemara, Bantul. Harian Jogja/Jumali.
Harianjogja.com, BANTUL--Kelompok Konservasi Penyu Mino Raharjo, kawasan Pantai Goa Cemara, memastikan mampu menetaskan 80 persen dari satu sarang yang berjumlah 100 butir telur.
Keberhasilan ini membuat kelompok konservasi yang berdiri sejak 2010 ini terus meningkatkan kegiatannya dalam upaya menjaga populasi penyu lekang di kawasan tersebut.
BACA JUGA : Tempat Konservasi Penyu di Pantai Trisik Terancam Rusak
Ketua kelompok konservasi penyu Mino Raharjo, Subayo mengatakan, biasanya dirinya menempatkan telur penyu yang didapatkan dari sejumlah sarang di pinggir pantai itu di dalam bis beton yang dulunya untuk penyiraman Bibit Cemara. Melalui media tersebut, dari satu sarang yang memiliki 100 butir telur, 80 persen di antaranya berhasil menetas.
“Untuk itu kami terus melakukan konservasi. Memindahkan sarang telur tersebut ke tempat penangkaran ini. Sebelum nantinya kami lepas liarkan kembali,” jelas Subagyo, Sabtu (4/9/2021).
Lebih lanjut Subagyo mengungkapkan, awalnya dirinya bersama dengan sejumlah anggota kelompok Mino Raharjo adalah pemburu dan pemakan penyu. Namun, dalam perkembangannya, mereka memilih untuk berhenti dan mulai melakukan pengembangbiakan penyu. Tujuannya, adalah untuk melestarikan penyu. Karena dengan pelestarian penyu diharapkan akan meningkaykan hasil tangkapan ikan nelayan.
“Kami mulai membentuk konservasi penyu pada 2010 lalu. Itu dilakukan setelah kami tahu harus ada keseimbangan habitat penyu,” lanjut Subagyo.
Saat memulai langkah menangkarkan penyu, diakui oleh Subagyo, ada beberapa kendala. Salah satunya adalah belum semua sadar mengenai keseimbangan habitat penyu. Namun, perlahan, ada kesadaran dari warga dan anggotanya jika penyu dilindungi dan harus dilestarikan.
BACA JUGA : Terancam Abrasi, Konservasi Penyu di Pantai Trisik akan
Menurutnya, saat ini kelompoknya telah memiliki beberapa buis beton berisi telur-telur penyu yang siap ditetaskan. Di mana untuk satu buis beton atau sangkar memiliki kapasitas 100 butir telur. Saat ini ada 3 sarang yang belum menetas.
“Sejauh ini persentase penetasan mencapai 80 persen. Untuk kegagalan, biasanya terjadi karena curah hujan yang tinggi, sehingga menimbulkan jamur pada telur. Dan, biasanya penyu-penyu itu bertelur pada bulan Mei hingga September,” jelasnya.
Sementara anggota kelompok konservasi penyu Mino Raharjo Fajar Subekti mengatakan, setelah dieram dalam buis beton yang ada selama 51 hari, anak penyu tersebut harus dilepas liarkan. Selain itu, untuk memastikan konservasi tukik berjalan dengan baik, dirinya bersama dengan anggota lainnya terus melakukan patroli. Upaya ini dilakukan untuk memastikan tidak ada pencurian telur yang ada di sarangnya.
“Untuk jumlahnya [pencurian] saat ini relatif berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, kami tetap akan memaksimalkan patroli, agar tidak ada pencurian telur,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Veda Ega Pratama jatuh di Q2 Moto3 Jepang dan harus start ke-18. David Almansa merebut pole position di Sirkuit Motegi.
Mensos Saifullah Yusuf menargetkan 50 persen penduduk Indonesia masuk sistem Perlinsos Digital hingga Desember 2026.
Registrasi SIM card wajib biometrik sejak Juli 2026. Pelanggan mengeluhkan harga naik dan verifikasi wajah yang kerap gagal.
Universitas Sanata Dharma mengukuhkan 108 apoteker baru Angkatan 51. Seluruh peserta UKOMNAS PDPA dinyatakan lulus 100 persen.
Jorge Jesus masih membuka peluang Cristiano Ronaldo kembali ke timnas Portugal setelah meninggalkan pemusatan latihan.
Harga emas Pegadaian hari ini 5 Oktober 2026 untuk Antam, UBS dan Galeri 24 lengkap dengan harga jual dan buyback.