DIY Canangkan Jogja Kota Hanacaraka

Sejumlah anak sedang menata aksara Jawa. - Harian Jogja/Desi Suryanto.
08 September 2021 08:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengkampanyekan Jogja sebagai Kota Hanacaraka atau Aksara Jawa. Pencanangan ini sebagai upaya untuk menjaga aksara Jawa di era digital saat ini.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi menjelaskan pencanangan Jogja sebagai Kota Hanacaraka merupakan rangkaian dari Hari Aksara Internasional. Dian mengungkap pentingnya pencanangan tersebut sebagai upaya untuk melestarikan aksara Jawa.

"Mengapa kita berupaya melaunching Jogja sebagai Kota Hanacaraka, karena fakta dan data yang kami punya, persentase pengguna dan pemakai kita cek di angket tersebut menunjukkan bahwa masih banyak pengguna aksara Jawa terutama anak muda,” katanya sebagaimana dikutip laman resmi Pemda DIY, Rabu (7/9/2021).

BACA JUGA : Ditolak Domain Internet, Aksara Jawa Belum Diakui

Kepala Seksi Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan DIY Setya Amrih Prasaja menambahkan pencanangan ini sebagai upaya menjaga keberlangsungan aksara Jawa di era digital dan sekaligus sebagai upaya mendorong penggunaan aksara Jawa secara lebih luas. Selain itu untuk menggelorakan penggunaan aksara Jawa di ranah digital diperlukan akselerasiagar terlihat nyata dan mampu membangkitkan kembali kebanggaan masyarakat Jogja

“Tiga hal yang perlu didorong, pelaziman dalam kehidupan sehari - hari, ranah pembelajaran dan ranah birokrasi untuk dipergunakan secara intensif. Tentunya kami sangat mendorong siapa pun, khususnya dapat menunjukkan dukungan massif atas inisiatif ini,” ujarnya.

Rangkaian acara Hari Aksara Internasional terdiri atas pembuatan blog beraksara Jawa, pembuatan converter aksara Jawa, pembuatan OCR aksara Jawa, pemasangan spanduk tentang penguatan penggunaan aksara Jawa,pembuatan mading beraksara Jawa, webinar bertema Aksara Jawa, podcast digitalisasi aksara Jawa. Dalam puncak acara 'Aksara Jawa Anjayeng Bawana' juga digelar Talkshow Aksara Jawa Anjayeng Bawana bersama KPH Notonegoro dengan tema Pelestarian dan Pengembangan aksara Jawa di Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.

BACA JUGA : Kongres Aksara Jawa I di DIY Berpotensi Munculkan