Penerapan Pedulilindungi di Destinasi Wisata Menoreh Terkendala Blank Spot

Suasana sepi damai hari di Puncak Ngepoh yang belum banyak dikunjungi wisatawan, Jumat (4/5/2018). - Harian Jogja/Beny Prasetya
09 September 2021 11:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kulonprogo berupaya untuk menghadirkan sinyal di wilayah blank spot khususnya wilayah yang berada di sisi utara kabupaten Kulonprogo atau kawasan perbukitan Menoreh. Upaya tersebut seiring dengan rencana diberlakukannya aplikasi peduli lindungi di sejumlah objek wisata.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kulonprogo, Rudiyatno, mengatakan berdasarkan catatan dari dinasnya, wilayah yang sering dijumpai blank spot berada di sisi utara. Letak geografis yang diwarnai dengan pegunungan menjadi kendala ketersediaan sinyal.

"Kami terus berupaya untuk membebaskan wilayah kabupaten Kulonprogo bebas dari blank spot. Termasuk dengan menggandeng penyedia layanan internet seiring rencana diberlakukannya aplikasi peduli lindungi di sejumlah objek wisata," kata Rudiyatno pada Rabu (8/9/2021).

BACA JUGA : Corona Bergejolak, Wisata di Kulonprogo Tetap Dibuka

Uji kelayakan aplikasi peduli lindungi juga terlebih dahulu akan dilakukan di sejumlah objek wisata. Upaya tersebut dilakukan untuk memaksimalkan penggunaan dan pemanfaatan aplikasi yang menjadi syarat bagi wisatawan sebelum memasuki objek wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo Joko Mursito mengatakan sejumlah destinasi wisata di kabupaten Kulonprogo memang terkendala dengan akses sinyal. Khususnya, objek wisata yang berada di wilayah sisi utara.

"Objek wisata di sisi utara itu merupakan kawasan dataran tinggi dengan gugusan perbukitan. Sehingga penerapan aplikasi peduli lindungi memang mengalami kendala. Objek wisata di sisi Utara memang didominasi oleh gugus perbukitan," kata Joko.

Namun demikian, kendala yang dihadapi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo tidak menyurutkan upaya sosialisasi aplikasi peduli lindungi di sejumlah objek wisata di wilayah Bumi Binangun.

Dikatakan Joko, Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo memutuskan untuk memberikan pelatihan bagi para petugas pengelola wisata. Diharapkan, nantinya ketika aplikasi peduli lindungi bisa berjalan optimal dan tidak membingungkan pengelola wisata maupun wisatawan.

"Jaringan internet juga harus dipersiapkan untuk mendukung aplikasi tersebut. Petugas di TPR harus diberi pemahaman dulu tentang aplikasi tersebut, agar tidak kebingungan," ujar Joko.

BACA JUGA : PPKM Sudah Level 3, Wisata di Kulonprogo Masih Tetap

Sebagai informasi, peduli lindungi adalah aplikasi yang dirancang Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Kementerian BUMN untuk digunakan Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas dalam mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia.

Aplikasi ini dikembangkan untuk menghentikan penularan Covid-19. Adapun, aplikasi ini mengandalkan kepedulian (peduli) dan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasi atau pun vaksinasi dan riwayat Covid-19 saat bepergian agar penelusuran riwayat kontak dengan penderita Covid-19 dapat dilakukan.