Jauh-Jauh dari Makassar, Pengunjung GL Zoo Hanya Bisa Selfie di Halaman

Sejumlah wisatawan berkunjung ke GL Zoo di masa uji coba operasional wisata seiring dengan pemberlakuan PPKM level 3, Senin (13/9/2021). - Harian Jogja/Yosef Leon
14 September 2021 08:27 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Tiga destinasi wisata di wilayah DIY menjalani uji coba pembukaan pada Senin (13/9/2021), salah satunya adalah Gembira Loka (GL) Zoo. Antusiasme wisatawan sangat terlihat, namun banyak juga yang kecele karena tidak memenuhi syarat untuk masuk menikmati wahana yang ada hingga pengelola harus menolak.

Hikmah, 42, salah satu wisatawan yang berkunjung ke GL Zoo mesti berpuas hati hanya bisa berswa foto di depan pintu masuk wisata edukasi itu saat uji coba pembukaan perdana di masa PPKM. Ia bersama tiga rombongan keluarga asal Makassar, enggan masuk ke dalam karena dilarang membawa anak usia 12 tahun ke bawah. Puteranya yang masih berusia 2,5 tahun dianggap rentan tertular Covid-19 karena belum divaksin, sehingga pengelola tidak mau ambil risiko.

"Saya dari Makassar ya kecewa karena bawa anak tidak boleh masuk, padahal dari tadi malam sudah rencana dan bakalan liat satwa, anak saya juga sangat senang kalau liat satwa jadi antusias sekali. Masalah vaksin kan sudah oke, naik pesawat kan juga sudah diperbolehkan, cuma usia di bawah 12 tahun kenapa tidak bisa, padahal kan disini luar ruangan semua, bebas dan tidak berdesakan, masih banyak jarak lah, jadi saya rasa kurang bagus kebijakannya," kata ibu dua anak ini.

Dia menilai, aturan tidak memperbolehkan anak usia 12 tahun ke bawah untuk masuk ke wahana wisata edukasi kurang tepat. Pemerintah mestinya membuat pelonggaran atau pengecualian untuk anak-anak di bawah usia 12 tahun. Sebab, menurutnya wisata edukasi memang diperuntukkan bagi pembelajaran anak di usia dini. Sehingga, belajar sambil bermain dan mengenalkan beragam satwa bisa dilakukan dengan cara yang asyik.

"Karena masih di bawah 12 tahun jadi tidak bisa masuk. Pas memindai vaksin yang untuk saya tidak masalah karena sudah semua dan punya. Cuman anak kan ga boleh masuk dan kita ke sini pengennya kenalin dan edukasi anak soal satwa, yang mau lihat kan juga anak, orang dewasa cuman nemenin, makanya kecewa ya," ujar Hikmah.

Baca juga: Penyanyi Rossa Pernah Jalani Toxic Relationship, Ditelepon Sampai 170 Kali

Pemerintah dan pengelola wisata memang menyepakati aturan yang ketat pada operasional di masa PPKM ini. Pemindai melalui aplikasi Pedulilindungi menjadi suatu hal yang wajib bagi pengunjung saat datang ke berbagai lokasi termasuk area wisata. Selain itu, pembatasan pengunjung dan batas usia juga diperhatikan. Jika pengunjung telah memenuhi syarat, baru diperbolehkan untuk masuk ke destinasi wisata.

Manajer Pemasaran GL Zoo, Yosi Hermawan menyebut, persiapan pembukaan wahana wisata itu telah dipersiapkan sejak beberapa waktu lalu. Selain telah menyelesaikan vaksinasi kepada para karyawan, pihaknya juga telah mengantongi sertifikat CHSE dan mendapatkan alat pemindai pengunjung melalui aplikasi Pedulilindungi.

"Secara khusus pada hari ini kami memang belum buka, tapi tidak menutup kemungkinan kalau ada pengunjung tetap kita terima kalau sesuai dengan persyaratan, misalnya harus vaksin dan wajib sehat, dua itu merupakan syarat utama ya dan anak usia 12 tahun ke bawah belum bisa masuk," ujar Yosi.

Saat ini, baru beberapa wahana saja yang baru dibuka. Pengunjung yang masuk mesti membayar tiket senilai Rp60.000 untuk weekday dan Rp75.000 di saat weekend. Biaya tiket itu sudah termasuk pula dengan layanan kereta keliling dan wahana kapal. Konsep itu diberlakukan agar wisatawan tidak lagi perlu mengantre dan berkumpul saat akan menikmati wahana itu.

"Pembatasan kami berlakukan juga. Jadi sebelum pandemi itu kunjungan bisa sebanyak 30.000 dalam satu waktu, dan kalau 50 persen itu ya 15.000. Tapi saat ini kami membatasi hanya sebanyak 2.000-2.500 kunjungan saja dalam suatu waktu. Indikatornya banyak ya, melihat dari pengunjung yang masuk dan keluar, jadi kalau sudah penuh dan maksimal itu kita batasi lagi," katanya.

Belasan Pengunjung

Yosi menjelaskan, sampai dengan siang ini telah ada belasan pengunjung yang berwisata ke GL Zoo. Rata-rata mereka adalah pasangan muda-mudi. Sementara, sebanyak 27 pengunjung yang rata-rata rombongan keluarga ditolak karena membawa anak usia 12 tahun ke bawah dan juga belum melaksanakan vaksinasi. "Karena memang rata-rata yang ditolak itu ada yang belum vaksin dan secara aturan belum boleh masuk atau keluarga yang membawa anak, makanya dengan sangat terpaksa kami tidak izinkan," katanya.

Di sisi lain, program wisata sambil bersepeda yang diluncurkan oleh pihaknya beberapa bulan lalu saat ini masih akan dikaji ulang. Pihak GL Zoo sempat membuat program untuk menyiasati sepinya kunjungan wisatawan di masa pandemi dengan menawarkan wisata olahraga bagi goweser sambil melihat koleksi satwa. Operasionalnya memang terbatas, yakni hanya di akhir pekan mulai pukul 06.00-12.00 Wib.

"Itu masih kami tahan dulu, soalnya kan beda program ya, nanti akan kami kaji lagi kalau uji coba ini berlangsung optimal. Secara internal juga kami memang buka, tapi belum dipublikasikan secara masif. Cuman hanya untuk operasi terbatas saja di masa pandemi kemarin. Tapi ke depan, coba akan kami kaji lagi dan tetap dengan syarat di masa PPKM yakni Pedulilindungi," imbuhnya.

Kondisi Hewan

Di masa pandemi dan sejak diberlakukannya pembatasan, secara total GL Zoo telah tutup selama kurang lebih satu tahun. Kondisi ini pun disebut Yosi berpengaruh terhadap keadaan satwa. Namun, secara umum baik kondisi kesehatan maupun kecukupan nutrisi pakan diusahakan selalu terpenuhi.

"Sejak awal pandemi sampai dengan PPKM kurang lebih sudah setahun ya tutup, kita saat PPKM saja dua bulan total berhenti dan soal satwa sama, perlakuan terhadap satwa tetap kita prioritaskan khususnya untuk pakan dan pemeriksaan sesuai dengan kebutuhannya," ujar dia.

Kondisi satwa di saat normal dengan banyaknya pengunjung atau di masa pandemi yang cenderung tidak banyak wisatawan, dimanfaatkan untuk berkembang biak. Ada dua jenis satwa yang saat ini menambah koleksi anggota keluarga besar GL Zoo. "Kalau perilaku tentunya ada sedikit dan beberapa yang melahirkan. Waktu ini sepertinya momen yang pas bagi satwa untuk berkembang biak. Ada dua satwa yakni penguin yang menetas dua ekor dan orang utan tambah satu ekor," jelas Yosi.

Sampai saat ini pun ia masih mendapat pasokan bantuan pakan bagi sejumlah satwa. GL Zoo bekerjasama dengan salah satu toko swalayan berjejaring dalam menyuplai makanan satwa itu. Buah-buah atau sayuran yang tidak lagi layak ditampilkan di toko, namun secara nutrisi masih memungkinkan untuk pakan satwa akan digunakan pihaknya untuk bantuan operasional di masa pandemi ini.