Kasus Covid di DIY Sentuh Angka Terendah

Vaksinasi untuk kelompok marjinal di Jogja. - Istimewa
14 September 2021 23:34 WIB Tim Harian Jogja Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—DIY mencatatkan rekor penurunan kasus harian Covid-19 di bawah 100 sejak empat bulan terakhir. Pada Senin (13/9/2021) penambahan warga terkonfirmasi positif Covid-19 hanya 83 kasus dan positivity rate DIY berada di angka 1,64%.

Angka di bawah 100 kasus tersebut merupakan penambahan pasien paling sedikit yang terjadi selama empat bulan terakhir. DIY terakhir kali mencatatkan penambahan di bawah 100 kasus pada 15 Mei 2021 yakni 94 kasus. Setelah itu kasus terus meningkat secara signifikan pada Juni hingga Juli di DIY.

Kabag Humas Biro UHP Pemda DIY, Ditya Nanaryo Aji, menjelaskan penambahan 83 kasus positif Covid-19 itu berasal dari Bantul (26 kasus), Gunungkidul (25), Sleman (19), Kota Jogja (7), dan Kulonprogo (6). Adapun jumlah sampel yang diperiksa berasal dari 5.066 warga di DIY. Total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di DIY menjadi 153.131 kasus.

Ditya menambahkan angka kesembuhan di DIY juga tergolong tinggi, dengan 325 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Mereka berasal dari Bantul (154 kasus), Kulonprogo (73), Sleman (50), Gunungkidul (33), dan Gunungkidul (15). Persentase kesembuhan pasien di angka 93,28%. Penambahan kasus meninggal sebanyak 13 kasus, terdiri atas Sleman (6), Bantul (5), Kulonprogo dan Gunungkidul masing-masing satu kasus. “Kota Jogja hari ini [kemarin] nihil kasus kematian,” ucapnya.

Perpanjangan PPKM

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, menjelaskan PPKM periode 6-13 September 2021, dilanjutkan hingga 20 September. Pada perpanjangan kali ini, level PPKM di Bali turun dari level 4 menjadi level 3. "Bali menjadi Level 3, sehingga dari 11 kota/kabupaten level 4 minggu lalu, hari ini [kemarin] jumlahnya berkurang menjadi 3 kabupaten/kota saja," kata Luhut

Dia menyampaikan pemerintah akan melakukan penyesuaian aktivitas masyarakat, salah satunya pembukaan bioskop di daerah dengan PPKM level 2-3. "Ada beberapa penyesuaian dan pengetatan aktivitas masyarakat yang bisa dilakukan dalam periode minggu ini antara lain. Pertama pembukaan bioskop," kata Luhut.

Ia menyebut maksimal pengunjung hanya 50 persen. Selain itu, Luhut menyebut pengelola bioskop harus menyediakan Peduli Lindungi di lokasi bioskop. Kemudian hanya wilayah yang masuk kategori hijau yang diperbolehkan membuka bioskop.

Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti meningkatnya mobilitas yang cukup masif di sejumlah tempat wisata. "Di beberapa wilayah terjadi peningkatan mobilitas yang cukup masif utamanya di beberapa lokasi wisata seperti Pantai Pangandaran," kata Luhut.

Pantai Pangandaran, kata Luhut, dikunjungi banyak wisatawan dari Bandung Raya, Tasikmalaya, hingga Jabodetabek. Hal ini, dikhawatirkan terjadi penyebaran kasus Corona.

Pemerintah Kota Jogja menyebut akan fokus pada upaya percepatan vaksinasi dan juga evakuasi pasien Covid-19 ke isolasi terpusat (isoter) guna mengurangi sebaran kasus di masa PPKM. Jumlah kasus harian Covid-19 di wilayah itu juga kian menurun dari waktu sebelumnya.

PIC Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Yudiria Amelia menyebut sampai dengan hari terakhir penerapan PPKM level 3 jumlah kasus aktif di Kota Gudeg berkurang cukup signifikan. "Secara grafik memang turun terus ya sepekan PPKM level 3 ini. Jumlah kasus juga landai, tapi ya kita lihat ke depan juga karena kelihatan suasana sudah mulai ramai lagi," katanya.

Yudiria menjelaskan pada awal penerapan PPKM level 3 yakni 7 September lalu, jumlah kasus aktif di Kota Jogja berjumlah 541 orang dan tinggal 391 orang. Jumlah pasien meninggal, sepekan PPKM level 3 hanya ada tiga pasien.

Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti menjelaskan, penurunan PPKM dari level 4 ke level 3 hendaknya tidak diikuti dengan  euforia yang berlebihan. Pengetatan dan penerapan protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan agar peningkatan kasus tidak lagi terjadi.

Menurut Haryadi, data terbaru menunjukkan 118.000 warga Kota Jogja belum divaksinasi. Padahal, Pemkot Jogja telah mendistribusikan sebanyak 500.000 dosis vaksin, dan sebanyak 60% di antaranya tercatat sebagai penduduk luar Kota Jogja dan 40% penduduk Kota Jogja.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menjelaskan PPKM 3 sudah berjalan dengan baik. Ia juga berharap masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan disamping mendukung program vaksinasi, supaya PPKM Sleman dapat mencapai targetnya dan turun menjadi level 2.

Selama penerapan PPKM level 3 ia juga melihat angka kasus positif dan kematian akibat Covid-19 telah menurun signifikan.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Bantul, Joko Purnomo, menuturkan kasus aktif Covid-19 di Bantul tinggal 804 orang. “Selter kami memang sudah banyak yang kosong di Kabupaten Bantul," ujarnya.

Joko menambahkan kini Pemkab Bantul terus menggencarkan vaksinasi. "Hari ini [vaksinasi mencapai] 51,4 persen dan kami akan mengejar batas minimal bisa 70 persen, sehingga bisa mengejar herd immunity," kata dia.