BKAK Piyungan Gelar vaksinasi Covid-19, Sasar Anggota SPP

Panewu Piyungan, Anton Yulianto (kiri) bersama Ketua BKAK Piyungan, Cholil (dua dari kiri) saat memantau pelaksanaan vaksinasi untuk anggota SPP di Kantor Kapanewon Piyungan, Kamis (16/9/2021). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
16 September 2021 21:07 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Ratusan anggota Simpan Pinjam khusus Perempuan (SPP) menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 yang digelar oleh Badan Koordinasi Antar Kalurahan (BKAK) Piyungan, Kamis (16/9/2021). Anggota SPP yang merupakan pelaku usaha kecil dinilai penting mendapatkan vaksinasi, karena setiap hari mereka bertemu dengan pembeli.

Panewu Piyungan, Anton Yulianto menerangkan vaksinasi yang digelar BKAK menyasar anggota SPP yang selama ini menjadi mitra BKAK. Ada 371 anggota yang disasar dalam vaksinasi yang digelar di Kantor Kapanewon Piyungan. "Rinciannya dari Kalurahan Sitimulyo 100 orang, Srimulyo 120 orang, Srimartani 73 orang, umum 53 orang dan cadangan 25 orang," katanya saat ditemui, Kamis.

Menurut Anton, kegiatan itu untuk mendukung capaian vaksinasi di Piyungan. “Saat ini sekitar 10.000 atau hampir 50 persen sasaran di Piyungan telah divaksinasi," ujarnya.

Saat ini upaya vaksinasi di Piyungan terus digencarkan. Hampir setiap hari ada vaksinasi yang digelar di berbagai titik dengan sasaran berbagai kalangan, baik masyarakat umum maupun pelajar. "Intinya dengan semakin banyak pihak yang menggelar vaksinasi dan sasaran yang makin beragam, maka diharapkan keterjangkauan vaksinasi bisa merata, baik dari sisi umur, maupun profesi sehingga herd immunity bisa cepat terwujud," katanya.

Ketua BKAK Piyungan, Cholil mengatakan sasaran vaksinasi yakni anggota SPP yang merupakan perempuan yang aktif dalam bidang wirausaha. Setiap hari mereka bertemu dengan banyak orang dalam kegiatan jual beli. Berdasar pendataan, dari sekitar 2.000 anggota, saat ini tersisa 371 anggota yang belum divaksinasi. “Harapannya vaksinasi ini dapat membantu memproteksi anggota SPP yang merupakan kalangan usaha kecil dalam menjalankan roda ekonomi," ujarnya.

Salah satu peserta vaksinasi, Kartinah mengaku senang dengan adanya vaksinasi yang digelar BKAK Piyungan. Dia mengaku selama ini sulit untuk mendapatkan vaksinasi. Sebagai pedagang jajanan pasar yang kerap kontak dengan konsumen, Kartinah merasa vaksinasi sangat perlu dilakukan. "Perlu ada proteksi dengan vaksin. Saya juga pakai masker dobel," tuturnya.