Gencarkan Sosialisasi untuk Mencapai Target Perekaman Nasional

Kepala Biro Tata Pemerintahan, Setda DIY, Hari Edi Tri Wahyu Nugroho saat menjadi pembicara dalam sosialisasi Perda No.9/2015 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan dan Kartu Identitas Anak di Resto Omah Kayu, Kapanewon Wonosari, Rabu (15/9/2021) - Harian Jogja/David Kurniawan
16 September 2021 02:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Biro Tata Pemerintahan, Sekretariat Daerah DIY menggelar sosialisasi Perda No.9/2015 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan dan Kartu Identitas Anak di Resto Omah Kayu, Kapanewon Wonosari, Rabu (15/9/2021). Diharapkan dengan sosialisasi ini dapat mempercepat target perekaman KTP-el menyamai capaian nasional sebesar 99,2%.

Adapun capaian di DIY masih di bawah perekamanan nasional. Pasalnya, dari 2.827.301 warga yang wajib melakukan perekaman biometrik KTP-el, baru tercapai sebesesar 2.798.443 atau sebesar 98,98%.

Kepala Biro Tata Pemerintahan, Setda DIY, Hari Edi Tri Wahyu Nugroho mengatakan, data kependudukan sangat dinamis sehingga berpengaruh terhadap capaian perekaman KTP-el. Menurut dia, upaya sosialisasi adminduk terus dilakukan guna memaksimalkan proses perekaman KTP-el serta kepemilikan KIA bagi anak di bawah usia 17 tahun.

“Target kami di akhir tahun perekaman KTP-el bisa menyamai capaian nasional sebesar 99,2%. Secara akumulasi di DIY masih ada sekitar 28.858 warga yang belum melakukan perekaman biometric,” katanya di sela-sela sosialisasi Perda No.11/2015 di Resto Omah Kayu, kemarin.

Baca juga: DIY Akan Gelar Pembelajaran Tatap Muka, Ini Wanti-Wanti Epidemiolog UGM 

Menurut dia, sosialisasi dilaksanakan di seluruh wilayah DIY. Khusus untuk Gunungkidul, pelaksanaan sudah kedua kalinya. Adapun peserta terdiri dari perwakilan guru SMA atau SMK sederajat. “Harapan kami ikut membantu dalam upaya sosialisasi perekaman, khususnya bagi murid yang telah memasuki usia 17 tahun sehingga KTP-el bisa menjadi kado pada saat perayaan ulang tahun,” ungkapnya.

Wahyu menambahkan, di dalam pelayanan juga memsatikan tidak ada perlakukan diskriminasi. Semua pemohon akan dilayani sesuai dengan prosedur yang dimiliki. “Termasuk pemohon transgender akan dilayani. Tapi, untuk jenis kelamin harus disesuaikan dengan keadaan waktu lagi,” katanya.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Disdukcapil Gunungkidul, Arisandi Purba mengatakan, pihaknya mendukung penuh upaya sosialisasi administrasi kependudukan yang dilaksanakan oleh Pemerintah DIY. Menurut dia, sosialisasi menjadi bagian upaya meningkatkan ketertiban adminduk di masyarakat.

“Setelah ini kami akan lakukan koordinasi dengan sekolah untuk upaya optimaliasi perekaman bagi anak-anak sekolah,” katanya.

Tertib Adminduk

Arisandi menambahkan, tertib adminduk sangat dibutuhkan karena bagian dari proram perencanaan pembangunan, perekonomian hingga upaya pencegahan tindak pidana kriminal. Oleh karenanya, ia meminta kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan Nomor Induk Kependudukan secara semarangan di media sosial.

“Kita harus hati-hati karena NIK sangat penting dan sampai tersebar bisa berakibat buruk. Salah satunya bisa dimanfaatkan untuk membobol rekening milik pribadi,” katanya.

Anggota DPRD DIY, Siti Nurjanah mendukung penuh upaya Pemerintah DIY untuk melakukan program tertib administrasi kependudukan. Menurut dia, program ini sangat penting sehingga warga harus berpartipasi didalamnya.

“Mau perekaman KTP-el, pindah domisili, kelahiran anak hingga kematian harus diurus karena menyangkut dengan masalah data kependudukan. Jadi, saya mendukung penuh upaya tertib adminduk,” katanya.