Advertisement
Kasus Menurun, RS di Gunungkidul Kurangi Bed Perawatan Covid-19
Ilustrasi. - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Tren kasus yang menurun membuat rumah sakit rujukan ikut mengurangi tempat tidur perawatan Covid-19. Hal ini terlihat di RSUD Wonosari yang mengurangi dari 83 tempat tidur menjadi 39 tempat tidur.
Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati mengatakan, adanya penurunan kasus corona berdampak terhadap tingkat keterisian ruang perawatan. Untuk saat ini ada 17 pasien bergejala yang sedang menjalani perawatan.
Advertisement
“Sudah jauh berkurang. Dulu pada saat kasus tinggi, tempat tidur hampir penuh dan pasien harus mengantre,” katanya, Kamis (16/9/2021).
Meski demikian, kondisi sekarang lebih terkendali karena banyak tempat tidur perawatan yang kosong. Oleh karenanya, jumlah tempat tidur dikurangi dari 83 unit menjadi 39 unit.
Heru memastikan, penyediaan tempat tidur ini sangat situasional. Pada saat ada lonjakan kasus, maka manajemen siap menambah kapasitas perawatan sehingga pasien yang membutuhan perawatan dapat tertampung. “Mudah-mudahan bisa lebih terkendali lagi sehingga tidak ada lonjakan kasus,” katanya.
Baca juga: Warga Terdampak Tol Jogja-Solo Bingung karena Punya Sisa Lahan Segitiga yang Tak Diganti Rugi
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, pada Kamis ada tambahan delapan kasus positif baru sehingga total berjumlah 17.262 orang yang terpapar virus corona. Dari jumlah ini, sebanyak 16.413 orang sudah dinyatakan sembuh dan 1.009 orang dinyatakan meninggal dunia karena corona.
“Selain ada tambahan kasus baru, hari ini juga ada tambahan pasien sembuh sebanyak 20 orang. Sedangkan yang meninggal dunia tidak ada,” katanya.
Dewi mengakui, penularan corona dalam tren menurun. Meski demikian, ia meminta masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati karena sewaktu-waktu ada potensi lonjakan kasus penularan. Oleh karenanya, masyarakat diharuskkan tetap disiplin menjalankan protokol keseheatan. “Tidak boleh bosan karena dengan terus menaati protokol kesehatan, maka potensi terpapar virus bisa ditekan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pembangunan Ratusan Sekolah Rakyat Dikebut, Ditarget Kelar Juli 2026
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Peningkatan Arus Balik Lebaran di Bantul, Jalan Tetap Lancar
- Satu Napi di Wonosari Langsung Bebas Setelah Dapat Remisi Lebaran
- Besok Masuk Kerja ASN Bantul Diminta Tancap Gas Meski WFA
- Stok Pangan di Jogja Melimpah Saat Permintaan Lebaran Naik
- Puncak Arus Balik Penumpang Kereta di Jogja Tembus Puluhan Ribu
Advertisement
Advertisement







