Mantan Napi Narkoba di Gunungkidul Diberi Pembinaan Pascarehabilitasi

Foto ilustrasi. - Reuters/Srdjan Zivulovic
26 September 2021 14:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Balai Pemasyarakatan Kelas II Wonosari bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY melakukan kegiatan pascarehabilitasi bagi mantan narapidana narkoba. Kegiatan ini diberikan sebagai bekal untuk kembali hidup normal di masyarakat.

Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas II Wonosari, Nugroho Dwi Wahyu Ananto mengatakan berterimakasih atas terlaksanannya kegiatan pascarehabilitasi klien pemasyarakatan, yang salah satunya terselenggara berkat kerja sama dengan BNNP DIY. Adapun peserta merupakan narapidana yang mendapatkan pembebasan bersyarat atau cuti bersyarat dari Lembaga Pemasyarakatan.

“Untuk sekarang dikhususkan bagi yang tersangkut dalam perkara Narkotika dan Psikotropika. Total dari 260 klien, 70 orang di antaranya merupakan klien tindak pidana penyalahgunaan narkotika,” katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja, Minggu (26/9/2021).

Baca juga: PeduliLindungi Mulai Diterapkan di Pasar Tradisional

Nugroho menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu tugas dan fungsi Bapas yaitu melaksanakan pembimbingan terhadap klien pemasyarakatan. Diharapkan, kegiatan pascarehabilitasi agar klien yang pernah terlibat kasus narkotika dapat kembali menjalani kehidupan dengan baik, dapat berperan aktif didalam pembangunan dan masyarakat serta tidak mengulangi kembali penyalahgunaan narkotika.

“Kegiatan terlaksana dengan sukses dan mudah-mudahan memberikan dampak yang baik bagi seluruh peserta,” katanya.c

Konselor dari BNNP DIY, Puput Yogi mengatakan, pihaknya mendukung penuh kerja sama yang terjalin dengan Bapas Kelas II Wonosari untuk memberikan kegiatan pascarehabilitasi bagi klien pemasyarakatan yang terlibat kasus narkotika.

Menurut dia, ada beberapa materi yang diberikan. Salah satunya bertemakan pemulihan adiksi dan refleksi diri. Diharapkan dengan kegiatan ini, para klien mendapatkan penguatan pemulihan sehingga tidak mengulangi kesalahan yang sama. “Semua berjalan dengan baik dan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam upaya pencegahan dan penanggulangan peredaran narkoba,” katanya.