Covid-19 di DIY Melandai, Sultan Ingatkan Masyarakat Tak Lengah

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Selasa (3/11/2020). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
29 September 2021 21:37 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta masyarakat untuk tetap waspada dan tidak abai terhadap penularan Covid-19 meski kasus terkonfirmasi virus Corona tersebut mulai melandai. “Ya tetap kita harus mewaspadai karena pandemi itu masih ada, ya kan. Ya biarpun menurun tapi kan tetap fluktuatif bukan berarti tidak ada,” kata Sultan, di Kompleks Kepatihan, Rabu (29/9/2021).

Sultan khawatir jika masyarakat abai di tengah kasus Covid-19 menurun, kasus akan kembali naik sehingga berpotensi menjadi zona merah kembali. Sebab, faktanya dalam penerapan aplikasi PeduliLindungi ada juga yang tidak bisa masuk karena menunjukan warna merah dan kuning yang berarti masih ada Covid-19.

“Nanti kalau banyak kunjungan wisatawan kita engga ngatur tapi ternyata banyak yang merah terus bagaimana,” ucap Sultan.

Senada, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji juga meminta masyarakat tidak lengah karena kasus Covid-19 mulai melandai, terlebih aktivitas masyarakat juga mulai diperlonggar seperti pembukaan terbatas destinasi wisata, mal, dan industri, “Pokoknya tidak boleh lengah,” kata Baskara Aji.

BACA JUGA: Bupati Bantul Kaget dan Malu Ada Pabrik Obat Keras Ilegal di Wilayahnya

Kepala Bagian Humas, Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Protokol (UHP) Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji mengatakan terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per 29 September 2021 sebanyak 75 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 154.762 kasus.

“Penambahan kasus terkonfirmasi dari Sleman 21 kasus, Kulonprogo 16 kasus, Bantul 15 kasus, Gunungkidul 12 kasus, dan Jogja 11 kasus,” kata Ditya. Penambahan kasus tersebut berdasarkan jumlah orang yang diperiksa harian sebanyak 7.013 orang. Sementara jumlah orang yang dites selama pandemi 891.310 orang.

Dari sisi riwayat, penambahan kasus positif terbanyak hasil skrining kontak kasus positif sebanyak 59 kasus, berdasarkan periksa mandiri 11 kasus, dan belum ada info atau belum diketahui riwayatnya sebanyak lima kasus.

“Positivity rate harian per 29 September 2021 sebesar 1,07 %,” kata Ditya.

Pada hari yang sama juga terjadi penambahan kasus meninggal sebanyak lima kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi 5.185 kasus. Tambahan kasus meninggal dari Jogja dan Gunungkidul masing masing dua kasus, dan dari Sleman satu kasus.