Indomaret Pasarkan Produk UMKM Sleman

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo saat meresmikan kerja sama pemasaran produk UMKM di gerai Indomaret di Indomaret Jalan Magelang Km.8, Mulungan Wetan, Sendangadi, Mlati, Sleman, Jumat (1/10/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
01 Oktober 2021 21:07 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Untuk mendukung peningkatan ekonomi kerakyatan, Pemkab Sleman bersama PT Indomarco Prismatama (Indomaret) meresmikan kerja sama pemasaran pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di ratusan gerai Indomaret yang ada di Kabupaten Sleman, Jumat (1/10/2021).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Mae Rusmi menuturkan ada sebanyak 131 gerai Indomaret di Sleman yang memasarkan produk UMKM. Saat ini ada 27 UMKM yang terlibat dengan total 63 produk. Selain produk UMKM, 131 gerai Indomaret tersebut juga telah memasukkan produk pertanian yakni beras Sleman dan buah lokal. “Untuk buah lokal seperti salak, belimbing dan sebagainya. kalau belimbing musiman, jadi bisa disesuaikan musimnya,” katanya.

Untuk kerja sama selama 2021, ada dua kali kurasi pada ratusan produk UMKM di Sleman. “Banyak produk yang sudah layak dan memenuhi syarat masuk toko modern. Namun kendalanya ada pada kontinuitas produk,” ujarnya.

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan adanya pendampingan yang lebih intens kepada para pelaku UMKM. Hal ini penting untuk menjaga agar produk tersebut tidak hanya sehari dua hari dipajang di gerai tetapi bisa berkelanjutan.

Branch Manager PT Indomarco Prismatama Cabang Jogja, Suharsa mengatakan jika ditotal semua produk UMKM dan pertanian ada sebanyak 147 produk yang tersebar di Sleman wilayah barat dan timur. “Ke depan diharapkan produk UMKM yang dipasarkan bisa bertambah lagi,” katanya.

Ia berharap di masa pandemi Covid-19 ini jajarannya dapat berkontribusi membantu UMKM agar bertahan dan berkembang. Selain pemasaran di dalam gerai, Indomaret juga membuka akses pemasaran UMKM secara online melalui klikindomaret.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan tujuan kerja sama ini untuk merangkul UMKM agar dapat berkembang bersama. “Kalau produk kurang bagus maka diperlukan pendampingan,” ungkapnya.

Terkait dengan pemasaran online, ia minta dipromosikan juga produk batik Sleman, yakni Parijotho. Terdapat 40 kelompok perajin batik di Sleman yang membuat batik Parijotho dengan kreasi dan warna yang variatif. “Semoga kerja sama ini dapat memupuk inovasi UMKM dan produknya agar disempurnakan lagi,” kata Kustini.