Rekayasa Mesin Diharapkan Berinovasi Hadirkan Teknologi Ramah Lingkungan

Penyerahan SK Prodi Rekayasan Mesin oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V DIY, ProfesorDidi Achjari. - Ist.
02 Oktober 2021 11:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Inovasi teknologi yang ramah lingkungan atau dikenal dengan green technology sangat dibutuhkan di tengah perubahan iklim yang tidak menentu. Perguruan tinggi melalui melalui sejumlah program studinya seperti Rekayasa Mesin diharapkan memberikan sumbangsih melalui berbagai inovasi dan penelitiannya.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V DIY, Profesor Didi Achjari menjelaskan DIY menambahkan satu Prodi Magister Rekayasan Mesin di IST Akprind yang secara resmi telah diberikan izin oleh Kemendibug Riset dan Teknologi. Kehadiran prodi tersebut menjadi angin segar di tengah krisis perubahan iklim yang tengah melanda dunia. Perubahan iklim yang tidak menentu dan naiknya tinggi muka air laut yang disebabkan oleh naiknya suhu permukaan bumi menyebabkan dampak iklim ekstrim yang melanda sejumlah negara di dunia.

“Untuk mengatasi krisis ini diperlukan inovasi berupa green technology, yakni teknologi yang ramah lingkungan dan minim emisi karbon. Ke depan, program studi ini diharapkan mampu mencetak alumni-alumni yang sadar akan perubahan iklim yang ada, mampu menciptakan inovasi yang akan berkontribusi untuk menjaga kelestarian alam dan aware dengan bencana yang mengancam kehidupan di masa yang akan datang,” katanya dalam rilisnya, Sabtu (2/10/2021).

Didi telah menyerahkan Salinan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 387/E/O/2021 tentang Izin Pembukaan Program Studi Rekayasa Mesin Program Magister pada Institut Sains dan Teknologi Akprind pada Rabu (29/9/2021).

“Diperlukan dukungan dari dosen dan perguruan tinggi agar dapat mendidik manusia yang mampu menjaga keselarasan antara kehidupan, alam, dan teknologi. LLDIKTI dapat memantau dan memberikan respons cepat apabila timbul gejala tidak sehat pada perguruan tinggi. Tim inilah yang nantinya akan hadir dan mendampingi perguruan tinggi agar tercipta perguruan tinggi yang tepat sehat, berkualitas, dan mempunyai mutu yang baik di wilayah DIY khususnya,” katanya. 

Rektor IST Akprind Yogyakarta Edhy Sutanta mengapresiasi LLDikti Wilayah DIY yang telah memberikan pendampingan dan memantau secara berkala selama proses pengusulan program studi Rekayasa Mesin hingga ke tingkat pusat. Lahirnya produ tersebut menjadi kali pertama bagi kampusnya dalam menyelenggarakan Program Magister.

“Dengan penambahan prodi tersebut, artinya kini telah memiliki satu program studi di tingkat Magister di Akprindi, sembilan program studi di tingkat Sarjana, dan dua program studi tingkat Diploma,” katanya.

Ia berharap dengan adanya prodi baru ini bisa menjadi tantangan bagi dosen dan institusi untuk meningkatkan akreditasi sekaligus mutu perguruan tinggi lebih baik lagi. “Tentunya kami akan terus meminta pendampingan LLDikti dalam menyelenggarakan kegiatan operasional perguruan tinggi,” katanya.